News

Dari Braga sampai Cihapit, Bandung Buktikan Ekraf Bukan Sekadar Tren

WARTAEVENT.com – Bandung. Bandung lagi-lagi membuktikan statusnya sebagai kota kreatif. Di tengah libur Natal dan Tahun Baru, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau ruang-ruang kreatif di kawasan Braga.

Bukan cuma soal tempat nongkrong estetik, ruang kreatif di Braga jadi bukti bahwa ide bisa berubah jadi nilai ekonomi nyata. Dari ritel, IP lokal, sampai ruang interaksi publik, semuanya bergerak bahkan saat banyak orang sedang liburan.

Baca Juga : The Local Hawkers, Cara Menikmati Staycation Penuh Budaya dan Kuliner Lokal Kawasan Braga

Salah satu yang disorot adalah Tahilalats Store. IP lokal yang awalnya dikenal lewat dunia digital ini kini hadir dalam bentuk ritel fisik. Kehadirannya membuka cara baru berinteraksi dengan audiens—lebih dekat, lebih personal, dan pastinya lebih relate dengan generasi muda.

“Lewat ruang kreatif dan pasar ekraf di daerah, karya dan IP lokal bisa makin dikenal, diapresiasi, dan punya nilai ekonomi. Penguatan dari daerah itu kunci ekonomi kreatif nasional,” ujar Teuku Riefky.

Dari Braga, perjalanan lanjut ke Pasar Cihapit—pasar yang sekarang bukan cuma tempat belanja, tapi juga ruang showcase produk kreatif lokal. Di sini, brand kuliner seperti Batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit, dan Cerita Manis memanfaatkan momen libur awal tahun buat menjangkau lebih banyak pengunjung.

Menurut Teuku Riefky, pasar seperti Cihapit punya peran penting karena jadi titik temu langsung antara produk lokal dan konsumen. Selain menggerakkan ekonomi, pasar juga ikut memperkuat citra Bandung sebagai destinasi wisata kreatif.

Baca Juga : Pameran Pustaka Cita: Menyelami Arketipe Jung melalui Sejarah dan Arsitektur Braga

Bukan cuma kuliner, subsektor fesyen dan lifestyle juga ikut meramaikan kawasan ini. Kehadiran brand lokal Damakara dan ruang ritel kurasi seperti Grammars menunjukkan bahwa satu kawasan bisa jadi ekosistem kreatif yang lengkap dan saling menguatkan.

Dari Braga sampai Cihapit, Bandung memberi pesan jelas bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar tren musiman. Dari ruang lokal inilah, ekraf perlahan tumbuh jadi the new engine of growth—relevan, dekat dengan anak muda, dan penuh potensi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

Janévalla Bandung Tawarkan Pengalaman Menginap Lewat 24 Jam

BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More

12 hours ago

Hari Batik Nasional Dirayakan Lewat Workshop Kreatif di Cikini

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More

1 day ago

Immanence Hadirkan Refleksi Ekologi Yahya Rifandaru di Cibubur

CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More

1 day ago

772 Buyer Bertemu 112 Seller Hadir di TTC Travel Mart Jakarta, Makassar Menggoda Pasar Luar Negeri

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional  TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More

2 days ago

Batik On Court Padukan Budaya dan Tren Olahraga Padel

SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More

4 days ago

Kids Batik Fashion Show Kenalkan Batik Lewat Kreativitas Anak

SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More

4 days ago