News

Di Era Berkembang, Rekam Jejak Digital Berpengaruh Di Masa Mendatang

WARTAEVENT.com – Mojokerto. Jejak digital adalah rekam atau bukti yang ditinggalkan setelah beraktivitas di internet yang berpotensi dicari, dilihat, disalin, dicuri, dipublikasi, dan diikuti oleh orang lain. Jejak digital dapat membentuk citra diri seseorang. Jejak digital buruk tentu dapat merugikan diri sendiri.

“Contoh jejak digital; misal unggahan foto atau status, konten blog atau vlog, komentar, riwayat pencarian, transaksi belanja, riwayat email, riwayat telepon dan video call,” ujar Diding Adi Parwoto, Praktisi IT & Ketua LPM IAI Uluwiyah Mojokerto, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (5/8/2021).

Menurut Diding, jejak digital itu kejam. Jejak digital juga bisa dibedakan antara yang pasif dan aktif. Jejak digital pasif, merupakan data yang ditinggalkan tanpa sadar oleh pengguna ketika berselancar di dunia maya.

“Misalnya saat mengunjungi sebuah situs, mereka dapat menyimpan alamat IP (internet protocol) pengguna. Dengan alamat IP ini dapat dikenali internet service provider (ISP)-nya, sehingga bisa memperkirakan lokasi si pengguna,” tuturnya.

Diding menjelaskan, sedangkan jejak digital aktif, adalah data atau informasi yang dengan sengaja diunggah oleh seseorang ke dunia maya. Contohnya, email yang dikirimkan atau apa pun yang diunggah ke media sosial, mulai dari cuitan Twitter, foto di Instagram, video di Youtube dan sebagainya.

Lanjutnya, mengapa jejak digital sering dibilang kejam Sebab, selain membekas di masing-masing perangkat pengguna, jejak digital juga tersimpan di server-server perusahaan internet. Jejak digital sanggup mendeskripsikan sosok seseorang.

“Ada juga perusahaan internet yang menggunakannya untuk iklan. Bahkan, beberapa perusahaan melihat jejak digital saat merekrut karyawan. Sekali masuk internet, jejak digital mudah tersebar dan sulit dihilangkan,” imbuhnya.

Ia menerangkan, untuk itu, bijak dalam bermain media sosial merupakan salah satu yang wajib dilakukan agar kita tidak meninggalkan jejak digital yang buruk. Sebab jejak digital merupakan reputasi masa depan. Ada pepatah yang mengatakan, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan jejak digital.

“Banyak cerita terkait jejak digital. Ada orang ber-IP tinggi namun ditolak lamaran kerjanya gara-gara jejak digital. Kemudian, ada karyawan yang dipecat dari pekerjaannya juga karena jejaknya di media sosial. Untuk itu, berhati-hatilah dalam bermedia sosial,” tegasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (5/8/2021) juga menghadirkan pembicara Tino Salim (Profesional Trainner & Motivator), Akhmad Fikri Haykal (Direktur Pengembangan SDM Rumah Krearifan Yogyakarta), Selamet (Praktisi Digital Media & Relawan TIK), dan Key Opinion Leader Selviana Yuliani (Co-Assistant RSUD Dr. Soetomo).

Gerakan Nasional untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Dan melibatkan 110 lembaga juga komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan yang diadakan di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten ini dilaksanakan secara virtual berbasis webinar. Dengan menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Dengan maksud dan tujuan utamanya membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Oeday Abdullah

Leave a Comment

Recent Posts

Resmi Dibuka, Parade Hotel Hadir Membuka Cerita Baru di Kawasan Bisnis Senen

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Senen, Jakarta Pusat, memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan bisnis ibu kota.… Read More

18 hours ago

Sidang Putusan Ditunda, Kuasa Hukum “Kami Hormati Proses Hukum”

BANTUL, WARTAEVENT.com — Kuasa Hukum Penggugat, Arief Ariyanto, menyampaikan sikap resmi pihak penggugat terkait penundaan sidang putusan gugatan hasil Musyawarah… Read More

19 hours ago

Starbucks Salurkan Hibah Rp800 Juta untuk Tiga Organisasi di Indonesia

JAKARTA, WARTAEVENT.com — PT Sari Coffee Indonesia (SCI), pemegang lisensi dan operator Starbucks di Indonesia, menominasikan tiga organisasi lokal untuk… Read More

21 hours ago

THE 1O1 Jakarta Hadirkan Kuliner Nusantara dengan Teknik Prancis

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kekayaan rempah dan cita rasa kuliner Indonesia berpadu dengan teknik gastronomi Prancis melalui Nusantara A La Francaise:… Read More

2 days ago

IAS Support Dorong Literasi Anak Lewat IASS Inspiring Day

TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More

3 days ago

Jelang Rakernas, Ketua PP KAUMY Matangkan Persiapan dan Perluas Sinergi Lintas Lembaga

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More

3 days ago