Site icon WARTAEVENT.COM

Dikunjungi Menparekraf, Warga Desa Wisata di Pulau Rinca Harapkan Hal Berikut ini

WARTAEVENT.com – Labuan Bajo. Di hari kedua kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) memastikan pengembangan desa wisata berjalan dengan baik sehingga dapat membuat daya tarik sebagai salah satu destinasi super prioritas.

Kepastian ini disampaikan Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jum’at (08/01/2020). “Kunjungan kerja ini untuk meninjau kehidupan masyarakat termasuk salah satu program kita, aksilarasi yang mengangkat satu kearifan lokal,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca Juga : Terkait PPKM Jawa dan Bali, Ini Upaya Sandiaga Uno Untuk Industri Parekraf

Kemenparekraf sendiri akan mengembangkan 244 desa wisata di seluruh Indonesia, dan beberapa diantaranya ada di Labuan Bajo. “Sudah ada 200 lebih desa wisata yang kita persiapkan di seluruh Indonesia,” kata Sandiaga. 

Aksilarasi merupakan program pendampingan penciptaan produk kreatif di destinasi super prioritas yang menghubungkan pusat dengan daerah, pemerintah dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan ekonomi kreatif berkelanjutan.

Memaksimalkan Kekuatan dan Konten Budaya Lokal

Salah satu program Aksilarasi yang diselenggarakan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif melalui Direktorat Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan yaitu Animal Pop Komodo—grup tari kekinian yang hari ini dipertontonkan dihadapan Menparekraf dan warga Desa Wisata setempat. 

Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno Minta “Catatan Kertas” Ini Agar Diganti

Di samping pengembangan destinasi serta sarana dan prasarana pendukung lainnya, memaksimalkan kekuatan budaya serta konten lokal yang otentik menjadi salah satu strategi yang penting untuk dijalankan secara bersama dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentinga.

Abunawas Batu Pepe, Nelayan setempat mengatakan, sebagian besar warga desa ini sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Dari sisi industri kreatif, Desa Wisata yang memiliki luas 21.764 km2 ini mempunyai produk kerajinan ukiran komodo dari kayu dan ikan teri pasir hasil tangkapan menggunakan jarring. 

Abunawas Batu Pepe, Nelayan setempat mengatakan, sebagian besar warga desa ini sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Mereka biasa menjaring ikan dari jam 6 pagi – 12 siang. Setelah melalui proses pengeringan mereka menjualnya ke Labuan Bajo dengan harga mulai Rp15 ribu – Rp30 ribu per kilonya.

Infrastruktur dan SDM Pariwisata

Menparekraf Sandiaga kembali menjelaskan, ia mendapat catatan dari Kepala Desa terkait kebutuhan para nelayan. “Masyarakat di sini sangat membutuhkan seperti jarring. Ini nanti akan saya sampaikan ke Menteri KKP,” ulasnya.

Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Kadin Bekerja Sama dengan Creative Hub Labuan Bajo

Sementara untuk infrastruktur pariwisata desa wisata ini membutuhkan pembangunan jalan untuk menuju destinasi Goa Kalong. 

Destinasi super prioritas Labuan Bajo lanjut Menparekraf, harus mampu hadir untuk memberdayakan masyarakat. Dan desa wisata, menjadi hal yang sangat relevan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. 

Salah satu produk kreatif Desa Wisata Pasir Panjang Pulau Rinca, Labuan Bajo adalah kerajinan ukiran kayu berbentuk Komodo./Photo by_Birkom Kemenparekraf.

 Tadi ada juga permintaan perpustakaan, dengan Pemda kita juga akan dorong. Karena kemajuan desa wisata harus melibatkan masyarakat dan harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga. 

Baca Juga : Ini Hasil Kunjungan Kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Labuan Bajo

Untuk peningkatan SDM pariwisata, Menparekraf akan mengkaji untuk mendirikan Politeknik Pariwisata yang dikelola Kemenparekraf di Labuan Bajo. “SDM ini perlu kita tingkatkan, aspirasi ini akan kita kaji sama-sama,” pungkas Sandiaga. [*]

Exit mobile version