Sebagai pengelola kawasan, ITDC selalu melakukan kegiatan pemeliharaan rutin dan terjadwal berupa pembersihan tangkapan air hujan dan melakukan pengecekan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air sebanyak dua kali dalam seminggu.
ITDC juga memanfaatkan sistem biopori untuk meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air sekaligus sebagai program konservasi lingkungan.
Biopori yang disebut juga ‘istana cacing’ ini merupakan teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan dan mencegah banjir.
Baca Juga : Menparekraf Pastikan Kesiapan Pariwisata Bali
Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga. Saat ini telah ada sebanyak 20 titik lubang biopori yang tersebar di sejumlah titik dalam kawasan The Nusa Dua.
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Jumat malam menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas. De’Attic Rooftop di ARTOTEL Living… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Seni lukis kembali mengambil peran sebagai medium dialog lintas budaya. SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran Art… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menikmati malam di tengah atmosfer seni dan budaya Jakarta kini mendapat pilihan baru melalui The Late Shift… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Novotel Jakarta Cikini berkolaborasi dengan Ocean Mattress & Sleep Solution menggelar… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi ruang perayaan kebersamaan masyarakat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Langit Jakarta menjadi ruang pertunjukan teknologi dan kreativitas saat 1.500 drone diterbangkan secara terkoordinasi di kawasan Bundaran… Read More
Leave a Comment