Sebagai pengelola kawasan, ITDC selalu melakukan kegiatan pemeliharaan rutin dan terjadwal berupa pembersihan tangkapan air hujan dan melakukan pengecekan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air sebanyak dua kali dalam seminggu.
ITDC juga memanfaatkan sistem biopori untuk meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air sekaligus sebagai program konservasi lingkungan.
Biopori yang disebut juga ‘istana cacing’ ini merupakan teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan dan mencegah banjir.
Baca Juga : Menparekraf Pastikan Kesiapan Pariwisata Bali
Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga. Saat ini telah ada sebanyak 20 titik lubang biopori yang tersebar di sejumlah titik dalam kawasan The Nusa Dua.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan promo “Egg-stra Night Deal” untuk menyambut libur Paskah 2026. Program ini menawarkan… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com – de Braga by ARTOTEL meluncurkan program “Raya City Escape” berupa paket menginap 3 hari 2 malam untuk… Read More
BANTUL, WARTAEVENT.com — Sidang perdana gugatan terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) digelar di… Read More
BADUNG, WARTAEVENT.com — Apa jadinya jika hutan hujan Kalimantan “dihidupkan” di Bali? Hotel Tugu Bali menghadirkan pengalaman budaya bertajuk Spirit… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — ARTOTEL Harmoni Jakarta berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour dengan memadamkan lampu selama satu jam pada Sabtu… Read More
MAJALAYA, WARTAEVENT.com — Program kolaboratif FOX COLLAB kembali menghadirkan kegiatan inspiratif yang menggabungkan kreativitas, edukasi, dan kepedulian sosial melalui rangkaian… Read More
Leave a Comment