Categories: Event

Diskusi Bersama ASKI: ’Kopi di Mata Anak Muda dan Demo Coffee Culture Masyarakat Aceh

”Petani tanaman kopi perlu mendapat edukasi yang baik bagaimana mengelola lahan tanaman kopi, merawat tanaman kopi, memahami masa panen, memilih kualitas yang baik yang dapat meningkatkan jumlah produksi kopi”, pungkas Bawadi yang sering mengikuti events/pameran di tingkat internasional dan juga ada ikut lelang kopi di Singapora.

Narsum berikutnya adalah seorang barista bersertifikat BNSP, Pramudhya Adikara. Disampaikan bahwa barista adalah profesi yang mempunyai prospek menjanjikan. Tidak saja meracik minuman kopi seperti espresso, cappuccino, dan latte, tetapi juga menghasilkan rasa yang enak.

Baca Juga : Podlucks Perkenalkan Mesin Kopi dan Kopi Kapsul Artisan dengan Teknologi Inovatif Korea Selatan

”Selain itu pekerjaan barista juga membutuhkan komunikasi yang baik pada pelanggan”, pesan Pramudhya. Berikut skill yang dibutuhkan barista: keahlian komunikasi yang baik, ramah dan fokus pada kepuasan pelanggan, mampu mengoperasikan peralatan pembuat kopi, dan membangun hubungan baik dengan pelanggan, serta  menjaga lingkungan.

Narsum terakhir adalah Iwan Darmawan. Iwan mewakili Kopi Liberika Kayong Utara meraih juara pertama dalam ajang World Coffee Challenge 2022 di Spanyol pada kategori Alternativo. Kopi khas Kalbar itu menyabet penghargaan Best Alternative Coffee in The World.

World Coffee Challenge 2022 yang berlangsung pada 29-30 September 2022 di Ourense (Galicia) Spanyol, merupakan kompetisi kopi internasional sebagai momen perayaan dan peningkatan daya saing produsen kopi dengan kopi unggulan mereka.

Untuk mengikuti ajang tersebut, Iwan mengatakan pihaknya mengirimkan 10 kg sampel kopi liberika dari petani kopi asal Desa Podorukun Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara.

Baca Juga : Roemah Indonesia BV (RIBV) Berpartisipasi di Amsterdam Coffee Festival 2023 Ini Tujuannya

“Awal mulanya saya mulai membuka usaha kopi dan memang sejak awal juga kita ingin memiliki ciri khas sendiri, kami juga suka memperhatikan hal-hal yang sifatnya kedaerahan seperti kearifan lokal, potensi-pontensi khas dan lainnya, itu yang kita konsen dari dulu hingga sekarang saya kerjakan,” jelasnya. 

Dialog dengan anak muda ini diakhiri dengan presentasi kopi Gayo Aceh oleh Teuku Bawadi. Yang menarik dalam diskusi juga mendengarkan komentar barista, seorang disabilitas. Teuku Bawadi menanggapi dengan positif komentar barista tersebut sekaligus merekrutnya untuk bekerja di perusahaannya.

Page: 1 2 3

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

The Grill House Tawarkan Grilled BBQ Platter di De’Attic Rooftop

CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Jumat malam menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas. De’Attic Rooftop di ARTOTEL Living… Read More

3 days ago

Goresan Kuas SBY Art Community Hadirkan Diplomasi Perdamaian di Ruang Publik

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Seni lukis kembali mengambil peran sebagai medium dialog lintas budaya. SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran Art… Read More

3 days ago

The Late Shift Sajian Makan Malam yang Terinspirasi dari Budaya Midnight Diner

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menikmati malam di tengah atmosfer seni dan budaya Jakarta kini mendapat pilihan baru melalui The Late Shift… Read More

4 days ago

Independence Run 2026 Ajak Warga Jakarta Hidup Lebih Sehat

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Novotel Jakarta Cikini berkolaborasi dengan Ocean Mattress & Sleep Solution menggelar… Read More

4 days ago

Karnaval 32 Kendaraan Hias Meriahkan Malam Merdeka Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi ruang perayaan kebersamaan masyarakat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan… Read More

5 days ago

1.500 Drone Warnai Malam Merdeka di Langit Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Langit Jakarta menjadi ruang pertunjukan teknologi dan kreativitas saat 1.500 drone diterbangkan secara terkoordinasi di kawasan Bundaran… Read More

5 days ago