WARTAEVENT.com – Bali. Ubud Writers and Readers Festival telah 18 tahun memulai upaya meningkatkan baca dan menulis di Indonesia.
Annual event ini, menjawab upaya Indonesia yang menduduki peringkat rendah dalam hal membaca. Menurut Program Penilaian Pelajar Internasional, Indonesia duduk di peringkat 72 dari 77 negara menilai performa akademik pelajar berusia 15 tahun.
Tahun ini, Ubud Writers and Readers Festival mengusung tema besar “Mulat Sarira” yang berarti refleksi diri. Dan konsisten meneruskan misi meningkatkan masyarakat Indonesia untuk gemar membaca dan menulis, meskipun di masa pandemi.
Baca Juga : Indonesia, Guest Country Europalia Arts Festival Pertama dari ASEAN
M&C Saatchi Indonesia berkolaborasi dengan Twitter Indonesia, membantu festival ini dalam menarik minat lebih banyak anak muda untuk ambil bagian. Membanjirnya lini media sosial, ternyata membawa dampak pada perubahan minat baca anak muda.
Para netizen diajak berpartisipasi dengan melakukan tweet melanjutkan cerita di suatu utas Twitter. Kemudian, M&C Saatchi mengkurasi lebih dari 70 peserta dengan lebih dari 270 tweet yang masuk, dan mempublikasikannya menjadi sebuah buku fisik berjudul #TheThreadStory.
Anish Daryani, Founder & Presiden Direktur M&C Saatchi Indonesia mengatakan, banyak dari kita yang dulu sangat menggemari kegiatan membaca.
Namun seiring perkembangan zaman, banyaknya pilihan hiburan seperti konten streaming, media sosial, clickbait, dan micro-blogging, banyak anak muda kehilangan minat membaca dan kesempatan untuk menemukan cerita-cerita inspiratif yang bisa berperan besar dalam pengembangan diri mereka.
Baca Juga : Internet Beradab, Cermin Warga Digital Bijak
“Di M&C Saatchi Indonesia, kami memutuskan untuk mengubah keadaannya dengan mencoba memahami bagaimana anak muda Indonesia melihat buku dan sastra dalam konteks sehari-hari,” terang Anish Daryani.
M&C Saatchi Indonesia memanfaatkan tren sambung menyambung cerita di Twitter dan mengajak seluruh netizen untuk berpartisipasi melakukan tweet melanjutkan sebuah cerita di dalam utas Twitter untuk kemudian dijadikan buku #TheThreadStory.
Baca Juga : Biasakan Sopan Santun Ketika Gunakan Sosial Media
Janet De Neefe, Founder dan Direktur Ubud Writers & Readers Festival mengungkapkan, #TheThreadStory adalah projek inisiatif terbaru bersama M&C Saatchi Indonesia dengan misi untuk menginspirasi lebih banyak orang di Indonesia.
“Nilai-nilai membaca, menulis, dan pendidikan tidak bisa dianggap sepele, dan kami sadar sebuah komunitas yang melihat pilar-pilar penting ini memiliki kekuatan untuk menginspirasi banyak orang,” tambhanya.
Jurnal kolektif ini mencerminkan tema festival di tahun 2021, “Mulat Sarira” yang memiliki arti refleksi diri. Diambil dari filosofi lokal, Mulat Sarira adalah prinsip spiritual di mana kita menilai perbuatan, pikiran, dan nilai-nilai yang pada akhirnya membangun kepekaan terdalam mengenai pengertian diri, kebijaksanaan, dan keterikatan dalam usaha menuju Dharma, sebuah kebenaran.
Sementara itu, Dwi Adriansah, Country Head Twitter Indonesia menegaskan, Twitter adalah tempat di mana banyak orang berkumpul dan berbagi tentang banyak hal. Salah satunya adalah tentang sastra.
“Kami ingin mengajak warganet di Twitter untuk berbagi kreativitas dalam membuat buku dengan cara baru, yaitu bercerita melalui Utas. Kami harap inisiatif ini dapat membantu banyak orang menemukan kembali passion mereka terhadap sastra.”
Beberapa figur terkenal juga telah ikut meramaikan. Ridwan Kamil (@ridwankamil), Gubernur Jawa Barat, Indonesia, melakukan tweet untuk melanjutkan cerita, dan mengajak followers serta netizen untuk ikut berpartisipasi di #TheThreadStory. [*]