Experience tourism menjadi arah baru pariwisata Indonesia dengan menguatkan MICE, budaya, alam, wellness, dan ekonomi lokal, Jakarta, Kamis, (24/9/2026)
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Pariwisata Indonesia mulai diarahkan dari sekadar kunjungan menuju penciptaan pengalaman yang autentik, personal, dan bermakna.
Perubahan perilaku wisatawan tersebut menjadi salah satu bahasan utama Indonesia Tourism and MICE Outlook (ITMO) 2027 yang digelar Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Artotel Mangkuluhur Suites Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Mengangkat tema “Membangun Nilai Baru Pariwisata Indonesia Melalui Experience Tourism”, agenda flagship tersebut dibuka Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, bertepatan dengan momentum Hari Pariwisata Internasional yang diperingati setiap 27 September.
Ni Luh mengatakan wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang memiliki nilai. Tren tersebut semakin terlihat pada kalangan milenial dan Gen Z, yang disebut 52 persen bersedia membayar lebih untuk memperoleh pengalaman wisata berkualitas.
Menurutnya, kemampuan industri pariwisata dalam menjawab kebutuhan tersebut berpotensi mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan pengeluaran selama berada di destinasi.
Kementerian Pariwisata pun mengoptimalkan tren MICE dan bleisure, yakni perpaduan perjalanan bisnis dan wisata, untuk memperkuat pengalaman wisata.
Berdasarkan ICCA Global Watch Business Analytics Country and City Ranking 2025, Indonesia berada di peringkat ke-37 dunia dan keempat di ASEAN dalam sektor MICE. Kehadiran peserta dalam sebuah kegiatan bisnis atau konferensi dinilai dapat diperluas dengan menghubungkan agenda tersebut dengan atraksi wisata, kuliner, akomodasi, hingga ekonomi lokal.
“Pengembangan MICE Indonesia harus bergeser dari sekadar menghadirkan event menuju penciptaan pengalaman yang bernilai. Pengalaman tersebut harus mampu memperkuat destinasi, menggerakkan ekonomi lokal, dan juga meningkatkan daya saing Indonesia di panggung MICE dunia. Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya menawarkan venue, tapi juga pengalaman di dalamnya,” kata Ni Luh.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan event juga menjadi perhatian. Data Kementerian Pariwisata mencatat program Event by Indonesia sepanjang 2025 mendatangkan 12,2 juta pengunjung, melibatkan 20.887 UMKM dan 257.561 tenaga kerja, termasuk pelaku seni dan anggota komunitas.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan wisata pengalaman merupakan salah satu arah pengembangan pariwisata berkualitas. Menurut dia, terdapat tiga unsur utama yang harus diperhatikan, yakni budaya, alam, dan koneksi antarmanusia.
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Industri hospitality dinilai perlu melihat restorasi alam sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan bisnis jangka panjang. Ketergantungan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Senior Living Care menghadirkan program Golden Stay, penawaran akomodasi dengan tarif mulai Rp488.888 nett per malam. Program… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aktivitas berkumpul masyarakat urban Jakarta kini mendapat pilihan baru melalui Mahjong Hour, kolaborasi Kongsi Rasa di ARTOTEL… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Hubungan antara praktisi Public Relations (PR) hotel dan media tidak selalu dibangun melalui pertemuan formal. Himpunan Humas… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aksi bersih-bersih lingkungan tidak berhenti pada memungut sampah dari jalan. Di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, kegiatan memperingati World… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — The Papandayan Jazz Festival (TPJF) yang akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026, di The Papandayan Hotel Bandung,… Read More
Leave a Comment