WARTAEVENT.com – Jakarta. Amy Blackstone, Profesor Sosiolog di University of Maine, AS, telah mewancarai 21 wanita dan 10 pria, hasilnya menyebutkan, mayoritas orang yang diwawancarai mengatakan childfree merupakan keputusan yang diambil secara sadar.
Salah satu responden laki-laki mengatakan, orang yang memutuskan untuk childfree lebih bijaksana karena diputuskan secara sengaja. Beberapa peserta wawancara menyatakan bahwa mereka selalu tahu bahwa punya anak bukan sesuatu yang mereka inginkan.
Baca Juga : 5 Produk Perawatan Alpha Rules Buat Cowok Butuh yang Simple, Alpha
Sementara itu, bagi sebagian orang, keputusan childfree sangat mirip dengan motivasi banyak orang untuk punya anak, yaitu ingin memiliki hubungan yang kuat dan fokus dalam hidup penuh cinta bersama pasangannya.
Dalam kamus bahasa Inggris, Childfree ini digunakan untuk merujuk orang yang memilih tidak memiliki anak, atau tempat atau situasi tanpa anak.
Psikolog Rahma Nuzulia Tristinarum mengungkapkan, fenomena untuk memilih tidak punya anak atau yang kerap disebut childfree cukup banyak ditemukan. Di Indonesia hal ini belum bisa diterima. Namun, di beberapa negara lain sudah dianggap wajar.
Baca Juga : Tips Mengenali Skincare Sesuai Kebutuhan Kulit
Meski demikian, Rahma Tristinarum menegaskan bahwa tak ada yang salah dari keputusan tidak memiliki anak atau Childfree.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan di balik keputusan tersebut. Salah satunya ialah faktor pergaulan. Faktor lain yang mendasari keputusan tersebut, misalnya pengalaman traumatis.
Rahma menuturkan, pergaulan dengan mudah mempengaruhi cara berpikir seseorang, bahkan bisa membentuk suatu prinsip yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan.
Baca Juga : ProXmask, Masker yang Diklaim Mampu Menonaktifkan SARS-CoV-2
Namun bisa saja, beberapa orang lainnya memang disarankan untuk childfree. Hal ini terjadi ketika seseorang disarankan tidak memiliki anak jika dalam kondisi medis tertentu, saat memiliki anak justru bisa membahayakan keselamatan di sisi ibu.
Dengan kondisi medis riskan, lanjut Rahma, tentu juga dapat mempengaruhi mental ibu dan keluarganya jika dipaksakan memiliki anak. Dalam keadaan seperti ini, memilih childfree merupakan keputusan berdasarkan kondisi sehat.
Baca Juga : Ini Momen Romantis Presiden Xi Jinping dan Istri di Festival Qivi
Ada juga keputusan childfree yang didasarkan pada keinginan bersama pasangan dan telah menjadi kesepakatan bersama. Alasan lainnya bisa jadi karena belum siap menjadi orang tua, dan masih ingin meniti karir serta menikmati kehidupan sendiri. [*]
- Penulis : Melati Asthina – Anggota Perempuan Indonesia Satu
- Editor : Fatkhurrohim
- Photo Utama : freepik