WARTAEVENT.com – Roma. Para Menteri Kebudayaan yang tergabung dalam G20 pada tanggal (30/07/2021) di Roma, Italia, menyepakati untuk kali pertama dalam sejarah bahwa kebudayaan akan dijadikan mesin utama untuk pemulihan sosial-ekonomi yang berkelanjutan pasca-Covid- 19 pandemi.
Pertemuan Menteri Kebudayaan G20 ini membangun keberhasilan prakarsa yang dimotori Saudi dan diresmikan di bawah kepresidenannya tahun lalu.Deklarasi Menteri tentang kebudayaan akan dipergunakan oleh para anggota G20.
Baca Juga : Gunung Rinjani Jadi Anggota Baru Unesco Global Geopark
Diperkirakan para Menteri setuju untuk memperkuat aturan yang memerangi perdagangan properti budaya secara tidak sah dan memberikan hal yang lebih penting kepada peran kebudayaan sebagai pendorong tindakan iklim, khususnya pelestarian warisan peninggalan kebudayaan.
Kemungkinan mereka juga menjanjikan investasi yang lebih besar dalam bidang edukasi terkait budaya, pelatihan, pekerjaan, serta memberikan akses yang lebih besar terhadap kebudayaan secara daring.
Baca Juga : Jalur Rempah, Upaya Membangun Literasi Rempah Nusantara Untuk Diakui UNESCO
Dalam pernyataan setelah pertemuan, UNESCO merayakan hasil yang telah diharapkan: Italia telah mengambil langkah-langkah penting dengan pandangan untuk melakukan integrasi budaya secara permanen di G20.
Dinamika ini sejalan dengan kemajuan bersejarah yang dicapai atas prakarsa dari Arab Saudi yang menempatkan kebudayaan pada agenda G20 di tahun 2020.
CMM adalah platform tingkat tinggi yang dimaksudkan untuk mengatasi isu-isu yang sangat penting terhadap budaya global dan ekonomi kreatif yang diperkirakan bernilai US$2,3 triliun.
Penambahan pilar budaya pada agenda G20 mendorong sektor yang paling terdampak pandemi daripada lainnya mengingat para anggota G20 mewakili 60% populasi dunia dan 80% PDB global.
Baca Juga : Kemenpar Promosikan Potensi Geopark Indonesia di Markas UNESCO Paris
HH Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, Menteri Kebudayaan Arab Saudi mengatakan, Arab Saudi mengakui pentingnya budaya dalam memajukan misi G20 demi kerja sama ekonomi global yang lebih besar.
Selama dua tahun terakhir, para anggota G20 telah mendiskusikan sangat pentingnya budaya – pelestarian dan perkembangannya – sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.
“Arab Saudi melihat manfaatnya langsung di saat kami mengalami transformasi budaya di seluruh Kerajaan – mulai dari penambahan Bidang Budaya Ḥimā sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO keenam hingga perayaan budaya yang tumbuh di dalam negeri pada tingkat global di acara yang terkemuka di dunia, seperti seperti Venice Biennale dan Festival Film Cannes,” terangnya.
Arab Saudi yang tengah mengalami transformasi budaya sebagai bagian dari Vision 2030, telah membuat kemajuan yang besar pada pelestarian dan pengembangan sektor budayanya.
Baca Juga : Lawatan Terakhir, Raja dan Ratu Belanda Kunjungi Danau Toba
Hal ini meliputi pengembangan sebuah pusat terkemuka di dunia untuk melestarikan warisan peninggalan budaya bawah laut di Laut Merah dan Wilayah Teluk Arab.
Arab Saudi pun mendukung upaya multilateral lain untuk melestarikan budaya global. Pada tahun 2019, Kementerian Kebudayaan Arab Saudi menandatangani Nota Kesepahaman dengan UNESCO untuk berkontribusi sebesar $25 juta bagi pelestarian warisan peninggalan di penjuru dunia.
Baca Juga : Di Konvensi Eco Forum Global, China Tegaskan Telah Menuju Peradaban Ekologi
Kerajaan Arab Saudi berinvestasi dalam prakarsa yang akan meningkatkan kerja sama internasional untuk pengembangan riset dan kapasitas, edukasi, pelatihan, serta untuk menjelajahi potensi digitalisasi yang amat besar pada sektor budaya. [*]
- Penulis & Editor : Fatkhurrohim