Travel

Great Batam Menjadi Penopang Utama Kunjungan Wisman di Wilayah Barat

Warta Event – Batam. Tiga pintu masuk penopang kunjungan wisatawan asing (wisman) yakni Bali, Jakarta, dan Batam, terus dipantau dalam memberikan kontribusi pencapaian target pariwisata nasional sebanyak 17 juta wisman di tahun 2018 ini.

Untuk Great Batam (pintu masuk Batam) diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar 3,5 juta wisman atau sekitar 20%, sedangkan Great Bali 40%, dan Great Jakarta 30%. Oleh karena target tersebut, Kemenpar pun menggelar workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar Kepada Media Great Batam yang berlangsung pada hari Jumat malam (31/08/2018) di Radison Golf & Convention Center Batam.

Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, mengaku optimis bahwa target tersebut akan tercapai. Untuk mengejar target tersebut, Kemenpar mengeluarkan program marketing khusus yakni, insentif kepada airlines dan wholesaler, Visit Wonderful Indonesia-Hot Deals, dan Competing Destination Model (CDM).

Guntur pun menjlaskan, Paket Hot Deals Kepri, didominasi oleh aksesibilitas moda transportasi sebesar 98% wisman yang datang menggunakan fery, sedangkan paket Hot Deals Jakarta dan Bali didominasi angkutan udara (airlines) dan sedikit yang menggunakan moda transporasi laut.

Selanjutnya, kata Guntur, Paket Hot Deals Kepri ini dipromosikan melalui sales meeting, consumer selling, penjualan tiket pada counter-counter di pelabuhan, dan promosi pada media cetak, elektronik, dan online.

“Sejak dimulai pada April lalu hingga 20 Juli 2018 telah terjual 141.180 pax. Tingginya minat wisman memanfaatkan Hot Deal Kepri 2018 diproyeksikan akhir tahun akan terjual 500.000 pax,” kata Guntur Sakti.

Guntur Sakti menambahkan, program Hot Deals merupakan upaya mengoptimalkan kapasitas yang menganggur atau optimizing idle capacity, dengan kata lain less for more tourism khususnya pada weekdays. “Batam berbeda dengan Jakarta. Idle capacity Batam terjadi saat week day. Sedangkan Jakarta idle capacity terjadi pada week end,” ungkap Guntur.

“Ketika idle capacity pada faktor 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) digabungkan dan dimanfaatkan dalam sebuah platform maka akan tersedia layanan turisme yang mudah dan murah, sehingga menjadi hal yang attractive dan competitive dalam meningkatkan kunjungan wisman,” kata Guntur Sakti.

Sementara itu Buramilar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan, kontribusi wisman dari pintu masuk Great Batam (Kepri) sangat siginifikan. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 3,5 juta, sedangkan target kami seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebesar 2,250.000 kunjungan.

Paket Hot Deals Great Batam menjadi andalan dalam meningkatkan kunjungan wisman sebesar hingga 70% wisman.  “Adanya paket Hot Deals Kepri ini diproyeksikan ada tambahan sebanyak 500.000 wisman, sehingga akhir tahun ini akan diperoleh sekitar 2,5 juta hingga 3,5 juta wisman,” kata Buralimar.

Pebrialim, Kadis Budpar Kota Batam, menambahkan, pelaksanaan Hot Deals Kepri saat ini mulai dirasakan oleh Batam yang dibuktikan adanya kenaikan pada semester pertama tahun ini mencapai 19,82%.

“Pada Januari-Juni 2018 jumlah kunjungan wisman ke Batam sebanyak 1 juta atau terjadi kenaikkan 19,82 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kunjungan wisman ke Kepri tahun 2017 mengalami kenaikan 8,04 persen karena ditopang  oleh wisman Singapura yang datang ke Kepri mencapai 1,1 juta wisman Singapura,”kata Pebrialin. [Fatkhurrohim]