WARTAEVENT.com – Pasuruan. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pasuruan pada hari ini Selasa (03/08/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Andre Parvian Aristio, Zaki Ma’ruf, S.H, Mira Sahid, M.Yusuf Satria dan Timothy Marbun.
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Yuk Berantas Informasi Hoax di Era Pandemi”. Dan diikuti oleh 1.706 peserta.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Mira Sahid adalah, seperti yang kita tahu di masa pandemi Covid-19 ini banyak sekali informasi bermunculan dan sering sekali informasi tersebut hoax dan berdampak buruk bagi yang menerimanya.
Saring sebelum sharing menjadi hal penting dalam bermedia sosial dimana kita perlu mencaritahu dulu kebenaran sebuah informasi. Bagaimana cara kita membedakan informasi itu benar atau hanya berita palsu? dan apa ada aplikasi untuk kita mengecek informasi itu benar atau hanya hoax?.
Dan pada saat itu Mira Sahid langsung memberikan jawaban, pahami jenis info, misinformasi, disinformasi, malinformasi.
Untuk membedakan antara hoax dan benat cukup mudah, misal dari judul menngandung provokasi, situs kredibel atau tidak, apa saja yang ada di dalam, foto, teks, sumber, penulis.
Kalau kita jeli pasti bisa membedakan mana palsu atau bukan. Jika ingin cek foto di Google reverse, kalau teksnya bisa di Googel teks, kalau ada kesamaan di situs kredibel berarti benar.
Namun, kalau ada di situs yang meragukan berarti belum tentu benar, bisa jadi opini dan perspektif. Kita harus jadi kritis, runutan hoax tadi, skill yang hrs dilatih.
Kita hidup di teknlogi serba cepat dan instan, kalua tidak ada pemahaman dan wawasan literasi digital, ditakutkan kita akan jadi pasif. Kritis bagaimana? Pahami literasi digital sikll, budaya, etika dan kemanan. Minimal kita membagi hal baik.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]