WARTAEVENT.com – Jombang. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jombang pada hari Jum’at (03/12/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu M. Tholib, Lintang Ratri, Retno Aulia Vinarti, Andy Ardian dan Ditta Amelia Saraswati.
Dalam acara Lierasi Digital kali ini, tema yang diangkat adalah “Bijak dan Cermat di Ranah Digital”. Dan Literasi Digital kali ini diikuti oleh 1.160 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Andy Ardian adalah, mengenai rekam jejak digital di ranah zoom, ada yang nypa di kolom dengan kata-kata tidak pantas seperti yang tadi jelaskan.
Apa itu bisa dikatakan meninggalkan jejak digital.? Bagaimana jika ternyata yang nypa di zoom itu akun anonim dan membuat rusuh ranah zoom apa yang harus dilakukan.?
Dan bagaimna jika kita zoom, buka ewallet bahkan bertransaksi ke sesama ewallet, atau membuka sosmed menggunakn wifi umum, apakah itu aman.? Karena terkadang wifi sangat membantu para kalangan pelajar,?
Dan pada saat itu Andy Ardian langsung memberikan jawaban, apapun yang kita lakukan di dunia digital pasti akan meninggalkan jejak digital. Ini adalah hal yang tidak bisa kita pungkiri, untuk itu berhati-hatilah saat mengakses informasi di dunia digital.
Untuk akses Zoom, maka hanya admin yang bisa mengatur keamanan dari room Zoom tersebut, maka dari itu admin harus bisa menjaga keamanan agar tidak membuka peluang pelaku untuk melakukan kejahatan.
Perihal wifi publik, kita harus behati-hati saat menggunakan wifi publik karena ada kemungkinan wifi tersebut diciptakan oleh hacker yang memang ingin membaca aktivitas digital kita, dan jika kita mengaskses finansial database dengan menggunakan wifi publik maka akan sangat berbahaya.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 1.653 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]