WARTAEVENT.com – Bandung. Hotel Indigo membuka properti keduanya dengan nama Hotel Indigo Bandung Dago Pakar di Kota Bandung. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menghidupkan esensi dari destinasi melalui pemandangan, suara, dan cita rasa yang unik.
Berada di ketinggian 700 mdpl, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menghadirkan tempat peristirahatan yang tenang di tengah rimbunnya pepohonan dan kabut pagi Kota Bandung. Terinspirasi dari Bahasa Sunda “Dagoan” yang artinya “menunggu”, hotel ini mencerminkan keramahan yang dapat dirasakan para tamu saat menjelajahi kawasan Dago Pakar.
Baca Juga : Sambut Long Weekend Bulan Ini, Grand Dafam Braga Bandung Tawarkan ‘May Crazy Deal’
Desain hotel ini memadukan unsur tradisional Sunda dan elemen alam, mengajak para tamu mengeksplorasi sentuhan modern yang berpadu dengan budaya lokal seperti air terjun, batik Bandung klasik, dan cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.
Hotel ini memiliki 277 kamar dan suite yang didesain dengan elegan yang mencerminkan budaya dan suasana yang semarak di kawasan ini. Para tamu dapat menikmati pemandangan area Dago Pakar yang memukau dari kamar mereka, lengkap dengan sofa daybed yang nyaman untuk bersantai.
Elemen desain yang dirancang apik, seperti motif batik lokal dan kontur topografi menyempurnakan pengalaman menginap para tamu, memadukan pesona lokal dengan kenyamanan kontemporer.
Baca Juga : Tempayan Indonesian Bistro Hadirkan Kuliner Otentik Nusantara di Kota Bandung
Hotel Indigo Bandung Dago Pakar, mengajak tamu menikmati pengalaman kuliner dari cita rasa lokal dan internasional berbalut desain yang artistik dan harmonis. Jadi, tidak hanya menawarkan hidangan, tetapi juga perjalanan warisan budaya Sunda di kawasan Dago Pakar di beberapa outletnya:
Joempa
Restoran utama hotel ini menghidupkan esensi kawasan Dago Pakar dengan menu hidangan lezat dan pedas khas Jawa Barat. Para tamu dapat menikmati cuanki, makanan khas Sunda dengan kuah kaldu kaya protein, dan batagor, bakso ikan tenggiri goreng yang disajikan dengan bumbu kacang.
Karbon
Akan buka tahun ini restoran dan bar di rooftop yang menawarkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia, di mana hidangan disiapkan di atas bara api di dapur terbuka. Minuman yang terinspirasi dari warisan lokal pun dihadirkan seperti koktail dengan sentuhan khas Sunda seperti bandrek dan bajigur, serta kopi, the.
Dagoan Lounge
Lounge ini mencerminkan keramahan yang hangat sehingga tamu pun bisa dibuat betah. Karena, desain dan konsep Dagoan Lounge menggabungkan elemen-elemen yang terinspirasi dari lingkungan sekitar seperti grafiti cerah, seni mural penuh warna, kios gerobak tradisional, dan keramik batik, menyatukan pesona pedesaan dengan sentuhan art deco.
Baca Juga : Jajar Wanci, Pameran dari Enam Seniman Berbakat dari Kota Bandung di de Braga by ARTOTEL – Bandung
Fasilitas tambahan lainnya termasuk infinity pool di rooftop tertinggi di Bandung yang menyuguhkan pemandangan Dago Pakar, Kids Club lengkap dengan permainan dan aktivitas tradisional Sunda, pusat kebugaran 24 jam, sembilan ruang pertemuan yang stylish serta Grand Ballroom yang luas.
Pascal Caubo, Cluster General Manager, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar, menyampaikan bahwa Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah apresiasi terhadap kekayaan budaya Sunda dan kemegahan alam Bandung.
“Kami senang dapat menyediakan tempat peristirahatan di mana setiap detailnya mencerminkan keindahan alam dari lingkungan yang kami cintai. Mulai dari desain yang setiap detailnya menceritakan kisah warisan dan pesona Dago Pakar,” ujarnya.
Terletak di utara Kota Bandung, Dago Pakar dikelilingi perkebunan teh, hutan yang rimbun dan air terjun alami. Kawasan ini memadukan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa, sehingga mendapat julukan ‘Paris of Java’.
Baca Juga : PAUL Memperluas Warisan Kulinernya di Bandung dengan Pembukaan PAUL Classic di 23 Paskal
“Hanya dengan 30 menit perjalanan kereta api super cepat dari Jakarta, para tamu dapat menemukan tempat wisata indah yang dekat dengan hotel – mulai dari tur ke kebun raya kota, Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, hingga mendaki Tebing Keraton untuk menikmati matahari terbit dari salah satu titik tertinggi di Bandung,” pungkas Pascal Caubo. (*)
- Editor : Fatkhurrohim