Site icon WARTAEVENT.COM

’Indonesia Spice Up The World’ Menjaga Asa Industri Kuliner Indonesia di Mata Dunia

WARTAEVENT.com – Jakarta. Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan berpartisipasi dalam event Indonesia Spice Up The World yang bakal digelar di New York, Amerika Serikat dalam waktu dekat ini.

“Indonesia Spice Up The World” merupakan salah satu program utama pemerintahyang digagas oleh Kemenko Marves untuk menguatkan industri kuliner dengan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran.

Baca Juga : Menjelajahi Rasa Otentik 5 Kuliner Khas Joglosemar dan Suramadu dari Dapur Solo

“Program ini sudah dirancang dengan baik sejak lama. Ini adalah pilihan, ditunda atau dijalankan dengan adaptasi. Adaptasi ini saya ambil sebagai langkah untuk memastikan pemulihan ekonomi kita tidak tertunda. Bahwa kita tidak akan sepenuhnya hadir secara fisik, tapi hybrid,” kata Menparekraf di Jakarta Senin, (18/07/2021) kemarin.

Pada 2020, nilai ekspor rempah Indonesia tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, berdasarkan data, nilai ekspor bumbu/rempah olahan dan komoditas/rempah segar Indonesia mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen selama lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Baca Juga : Danau Toba Restaurant, Kuliner Indonesia Pertama di Tanzania

Target dari “Indonesia Spice Up The World” hingga 2024 mendatang adalah peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar dolar AS. Selain itu juga hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

“Pelaku parekraf kita butuh pasar di luar negeri, mereka harapkan bahwa pandemi ini bisa membuka peluang-peluang rempah Indonesia untuk berkembang. Kita tidak boleh menurunkan semangat dan persiapan agar pelaku ekonomi kreatif, terutama UMKM kita bela. Kita harus hadir dan mereka butuh pasar ini,” kata Sandiaga.

Amerika Serikat sendiri dikatakan Sandiaga merupakan pasar yang besar untuk pengembangan pasar rempah dan kuliner khas Indonesia. Sekitar 20-25 persen dari pasar ekspor rempah Indonesia.

Baca Juga : Ketika Kuliner Western dan Asia Tersaji Secara Otentik

“Jadi peluang besar juga adalah restoran Indonesia di sana. Dalam koordinasi dengan tim Konjen RI di sana, ada sekitar 100 sampai 150 restoran yang dapat berpartisipasi dalam mewujudkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri,” kata Sandiaga. 

Ada sekitar 100 sampai 150 restoran yang dapat berpartisipasi dalam mewujudkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

Kehadiran delegasi Kemenparekraf nantinya sebagai langkah awal dalam program “Indonesia Spice Up The World” dengan melakukan koordinasi bersama KBRI dan KJRI di New York.

Selain juga melakukan pertemuan terkait International Year of Creative Economy dengan PTRI untuk menekankan kembali posisi Indonesia dan peluang untuk kerja sama internasional; serta penguatan jejaring strategis lainnya antara lain di bidang musik, wisata minat khusus, dan MICE. 

Baca Juga : 50 Menu Kuliner Ini Terinspirasi dari Gaya Hidup Generasi Millennial

“Walau saya sudah mendapat persetujuan pimpinan, tapi saya putuskan untuk tidak berangkat tapi ikuti kegiatan secara hybrid,” kata Sandiaga. [*]

Exit mobile version