WARTAEVENT.com – Sembalun. Ada keinginan yang membuncah dari para pelaku pariwisata di kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur. Selain ingin lebih banyak mendapat publikasi media, mereka pun ingin “Sembalun Seven Summits” menjadi ikon pariwisata Indonesia.
Mereka menginginkan hal tersebut pun bukan tanpa dasar, sebab Sembalun dari kaki gunung Rinjani memiliki story telling dan fakta geologi yang bagus untuk memperkuat identitas atau klaim tersebut.
Baca Juga : Jalur Loteng Dibuka Bagi Para Pendaki Gunung Rinjani
Sejatinya, “Sembalun Seven Summits” ini kali pertama dicetuskan oleh Komite Sembalun Seven Summits (S7S) pada 25 Oktober 2020 lalu.
Yuseta (Tata) Wanisaritani, perwakilan dari Female Geotourism Guide, dalam diskusi dengan Menparekraf Sandiaga Uno, Kamis (06/05/2021) malam di Nusantara Hotel, Sembalun, Lombok Timur mengatakan, Sembalun itu alamnya unik.
Baca Juga : Festival Tahun Baru Bukit Pergasingan 2017, Event Antimainstream Akhir Tahun
Kalau secara geologi sendiri terang Tata, kaldera-kaldera yang membentuk bukit di Sembalun Seven Summit itu berdasarkan sejarahnya bentukan dari gunung purba. Menjadikan suguhan pemandangan alam yang indah.
“Sembalun Seven Summits” merupakan branding yang ditujukan bagi wisatawan yang suka berpetualang. Yakni mendaki tujuh puncak yang ada di kawasan Gunung Rinjani.
Baca Juga : Lepas Rasa Jenuhmu, Ke Gunung Papandayan, Yuk!
Mulai dari Bukit Raon Ritif (1.500 Mdpl), Bukit Pergasingan (1.806 Mdpl), Bukit Anak Dara (1.923 Mdpl), Bukit Kondo (1.937 Mdpl), Bukit Lembah atau Gedong (2.200 Mdpl), Bukit Sempana (2.329 Mdpl), dan Gunung Rinjani (3.726 Mdpl).
Dengan berbasis cerita yang unik tersebut, tentunya dapat menjadi salah satu kekuatan yang bisa dipromosikan kepada wisatawan. Mereka tidak hanya sekadar menikmati sensasi petualangan wisata alam, tapi juga mendapat cerita yang kuat akan destinasi tersebut.
Baca Juga : Pariwisata di NTB Terus Dipulihkan
“Kita mau (wisatawan) nggak sekadar untuk berswafoto saja, tapi ada tujuannya. Bisa olahraga, mendaki gunung, mereka bisa menikmati alam yang indah dan unik. Kita mau wisatawan-wisatawan itu stay-nya lama,” pungkas Tata dihadapan Menparekraf Sandiaga. [*]
- Penulis : Oeday Abdullah
- Editor : Fatkhurrohim
- Photo : Birkom Kemenparekraf