Site icon WARTAEVENT.COM

Ini Alasan Menparekraf Sandiaga Uno Rekomendasikan Museum Pasifika Bali sebagai Venue Side Event G20

WARTAEVENT.com – Bali. Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  merekomendasikan Museum Pasifika Bali sebagai salah satu venue side event G20 mendatang. 

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan alasannya untuk merekomendasikan Museum Pasifika karena dapat menjadi tempat untuk memulai lunch atau cocktail atau mungkin dinner, sehingga para delegasi bisa mengapresiasi karya seni untuk kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga : Suka Swa Foto, Yuk Ke Museum Tumurun

Selain itu, Museum Pasifika menyimpan 600 karya seni lukisan serta pahatan yang mengesankan dari 200 seniman di 25 negara Asia Pasifik. Selain itu, Museum Pasifika pun menjadi pusat budaya dengan mengedepankan aspek pendidikan dan sosial, dan daya tarik wisata bertaraf internasional.

Indonesia sendiri memiliki koleksi masterpiece dari Raden Saleh hingga Lempad, dari Affandi dan Hendra hingga Kobot, ini menunjukkan bahwa karya seni Indonesia sangat potensial dan luar biasa. 

Baca Juga : Kultur Bali dalam Bingkai Museum Kehidupan Samsara di Kaki Gunung Agung

“Seperti yang kita lihat ini luar biasa, di belakang kita ada foto yang menjadi lukisan sangat epic dari Raden Saleh dan Pangeran Diponegoro. Raden Saleh memiliki koleksi termahal, lukisan yang di jual dapat mencapai harga 11 juta Euro dan ini sudah semestinya kita apresiasi,” ujarnya.

Selain itu, seiring pesatnya perkembangan digital di era metaverse ini, Menparekraf melihat banyak peluang agar pelaku seni dapat mengambil kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. 

“Di tengah-tengah NFT dan juga bagaimana memonetisasi karya-karya seni di dalam metaverse kita melihat ada ruang. Museum Pasifika ini musti menjadi agent of change,” katanya.

Baca Juga : Menpar Kunjungi Museum House of Sampoerna

Menparekraf juga berencana untuk melakukan roadshow ke beberapa museum agar museum ini tidak hanya menjadi tempat yang statis, tapi menjadi destinasi yang memiliki cerita yang kuat. Sehingga, pengunjung yang datang mendapatkan pesan dan kesan yang mendalam.

Museum ini harus bertransformasi dari yang semula statis menjadi living monument, harus mampu bercerita, harus mampu memiliki aspek teknologi yaitu dengan NFT. 

“Dan beberapa karya yang bisa masuk ke dalam metaverse ini, menurut saya akan membuka peluang usaha dan kesempatan kerja dan akan meningkatkan penghasilan dari pada pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.

Baca Juga : Desa Tlilir Membangun Kemandirian Desa Menjadi Kampung Mbako

Sementara itu Philippe Augier, Pendiri Museum Pasifika menyatakan siap untuk mendukung Indonesia dalam menyukseskan perhelatan G20. 

Berkaitan dengan NFT, dirinya mengatakan sudah menandatangani kontrak dengan suatu perusahaan agar para seniman bisa menjadikan karya seninya sebagai aset digital yang dapat diperjualbelikan. [*]

Exit mobile version