Site icon WARTAEVENT.COM

Ini Strategi Kemensos Sukses Mengakselerasi Kesejahteraan Masyarakat

WARTAEVENT.com – Jakarta. Dengan sentuhan inovasi dan melakukan terobosan kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) mampu mengakselerasi pemenuhan kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai program dan kebijakan Kemensos diarahkan untuk mendorong pemulihan perekonomian terutama dengan menjaga dan memperkuat daya beli masyarakat miskin dan rentan.

Baca Juga : Kemensos Beri Penghargaan ke Mitra Strategis dalam Penanganan Bencana, Salah Satunya Yayasan Wings Peduli

Di bawah arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Kemensos mengimplementasikan berbagai kebijakan mempercepat penanganan kemiskinan.

Ada dua dua strategi utama Kemensos dalam mengakselerasi penanganan kemiskinan di Indonesia, yakni mendorong peningkatan pendapatan dan mengurangi pengeluaran masyarakat miskin dan rentan.

Baca Juga : 3 Terobosan Ini Akan Disampaikan Kemensos pada Pertemuan Tingkat Tinggi Asia-Pasifik untuk Penyandang Disabilitas

Mensos Risma menjelaskan, strategi meningkatkan pendapatan dilakukan dengan menghidupkan “mesin kedua” di keluarga (bisa ibu atau bapak). Caranya dengan memberikan kesempatan kerja atau meningkatkan kemampuan kewirausahaan bagi “mesin kedua”.

Untuk meningkatkan pendapatan, Kemensos memberikan akses kepada kolompok marjinal, yakni pemulung, gelandangan, dan pengemis, dengan dunia kerja. Kemensos, memberikan pembinaan seperti pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan kuliner, budidaya ikan, ternak dan lainnya.

Baca Juga : Datang ke Malang, Kemensos Berikan Santunan Rp15 Juta ke Ahli Waris Tragedi Kanjuruhan

Sementara itu untuk mengurangi pengeluaran keluarga miskin, Mensos akan terus melanjutkan kebijakan bantuan sosial (bansos). “Untuk mengurangi beban ekonomi diterapkan kebijakan subsidi secara proporsional dan dengan bantuan sosial yang mencakup kebutuhan pokok (sembako), kesehatan, serta pendidikan,” kata Mensos.

Bansos reguler Kemensos meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjangkau 18,8 juta KPM.

Sepanjang tahun 2022, Kemensos telah mendistribusikan alat bantu kepada 1.145  PPKS dengan nilai bantuan Rp3.465.849.824 untuk program Indonesia Mendengar, untuk  Indonesia Melihat menjangkau 2.116  dengan nilai Rp23.393.366,000.

Baca Juga : Kemensos Dukung Penyusunan RUU Kesejahteraan Lanjut Usia

Dan untuk Indonesia Melangkah, Kemensos telah menjangkau 6.960 PPKS dengan nilai Rp10.138.310.459. Dengan demikian, total alat bantu telah menjangkau 9.229 PPKS dengan total bantuan Rp36.997.526.283.

Penerapan inovasi tidak hanya dipahami dalam konteks rekayasa teknologi, namun juga dalam implementasi program. Dalam program perlindungan sosial selama tanggap darurat, Kemensos tidak hanya menyalurkan bantuan logistik.

Baca Juga : Agar Petani Garam Tetap Berdaya, Kemensos Perkenalkan Program Ini

Melalui UPT dan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kemensos meningkatkan pelayanan kepada pengungsi dengan menyediakan palet, dan membangun instalasi air bersih.

Capaian kinerja Kemensos mendapat berbagai apresiasi dari sejumlah pihak. Dalam survei Litbang Kompas, bidang kesejahteraan sosial mencapai kepuasan tertinggi yakni 78,3% (Januari 2022) dan 73,4% (Juni 2022).

Baca Juga : Resmikan Event HDI Expo, Mensos Sebut Para Dishabilitas Adalah Mutiara

Survei Indonesia Political Opinion (IPO) dan Indikator Politik Indonesia (IPI), Kemensos dinilai berkinerja paling memuaskan. Ombudsman RI pun menganugerahkan penghargaan kepatuhan standar pelayanan publik dengan predikat kepatuhan tinggi. [*]

Exit mobile version