Warta Event – Yogyakarta. Usai diperkenalkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB) langsung tancap gas. Strategi pengembangan kawasan yang menjadi 10 destinasi prioritas pariwisata kian dimatangkan. BOB fokus pada tiga program utama, yaitu penetapan visioning kawasan, penyelesaian akses, dan penetapan status lahan.
Indah Juanita, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Borobudur, mengatakan, sejak dilantik pada (04/01/2018) lalu, Direksi BOP Borobudur langsung menjalankan sederet tugas yang diberikan. Setelah melalui persiapan dan pendalaman persoalan selama satu bulan diperoleh tiga program utama.
Indah, juga memperinci tiga program utama BOB. Yang pertama Penyelesaian dan penetapan visioning kawasan. Kedua, perencanaan akses cepat dari bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo ke kawasan otoritatif dan Candi Borobudur.
Serta melakukan sinkroninasi dengan integrated tourism masterplan Borobudur dan Jawa tengah. “Dan yang terakhir, penetapan status lahan otoritatif menjadi Hak Penggunaan Lahan (HPL) dengan target selesai pada kuartal 2 tahun 2018,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (11/2).
Indah, yang pernah menjadi Deputy Project Director ITDC untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Nusa Dua, menjelaskan, nantinya akan ada dua areal yang ditangani BOB, yaitu area otoritatif seluas 309 hektare di Kabupaten Purworejo, dan area koordinatif yang terdiri dari 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Jadi nantinya, BOP Borobudur juga akan melakukan pengembangan empat wilayah yang berada di sekitar Borobudur yakni area KSPN Dieng, KSPN Semarang meliputi Pulau Karimunjawa. KSPN Solo meliputi Sangiran, dan Yogyakarta meliputi Borobudur,” ujarnya.
Kawasan BOP Borobudur, kata Indah, nantinya akan dibuatkan masterplan. Hal itu diharapkan dapat dijadikan pijakan dalam pembangunan dan dioperasikan dengan sesuai perencanaan. Tidak hanya itu, dalam waktu dekat juga akan dibuat feasibility study dan masterplan yang lebih detail.
Diungkapkan Indah, BOB sangat memperhatikan perencanaan terpadu. Dia mencotohkan, Kawasan Nusa dua dibangun dan dioperasikan dengan mengikuti masterplan yang sangat dipatuhi. Demikian juga dalam membangun kawasan Mandalika. Dasar infrastrukturnya dikerjakan sesuai masterplan yang dibuat dengan teliti.
“Untuk menyelesaikan itu, salah satunya kita terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR yang sedang membuat integrated tourism masterplan. Selain itu, untuk akses dari dan menuju Borobudur, kami akan sangat intensif berkoordinasi dengan para Gubernur, Bupati, Walikota di Jawa Tengah dan DIY,” ujarnya. [Wendy.s/Foto.dock Kemenpar]
TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
Leave a Comment