InJourney Tegaskan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan sebagai Strategi Masa Depan
Komitmen tersebut diwujudkan melalui green initiative program di seluruh InJourney Group, termasuk pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, pengelolaan air dan limbah, serta rehabilitasi lingkungan.
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sembilan bandara utama menghasilkan 10.760 MWh energi terbarukan per tahun dan berpotensi menghindari emisi hingga 9.860 ton CO₂e, setara dengan penyerapan karbon oleh sekitar 272 ribu pohon.
Baca Juga : InJourney Berkomitmen untuk Transformasi Sektor Aviasi dan Pariwisata Indonesia
Sejalan dengan itu, InJourney juga mempercepat adopsi kendaraan dan peralatan listrik. Hingga kini, sebanyak 716 unit kendaraan dan peralatan listrik telah dioperasikan di berbagai destinasi pariwisata, mencakup ground support equipment, buggy car, mini bus, hingga golf cart, sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.
Dalam pengelolaan sumber daya, InJourney Group menerapkan pendekatan ekonomi sirkular. Sepanjang implementasinya, pengelolaan limbah padat mencapai 7.000 m³, sementara pemanfaatan air daur ulang mencapai 1.728.304 m³ guna meningkatkan efisiensi penggunaan air di kawasan pariwisata.

Sebagai bagian mitigasi perubahan iklim, InJourney juga menjalankan program penanaman 40.000 pohon mangrove di wilayah operasional. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan destinasi wisata.
Herdy Harman menambahkan, untuk ketahanan air, kawasan wisata The Nusa Dua Bali yang dikelola ITDC telah mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang menghasilkan 331.382 m³ air bersih. Inisiatif ini mengurangi ketergantungan pada air tanah serta meningkatkan ketahanan kawasan terhadap risiko perubahan iklim.
Baca Juga : InJourney Lakukan Re-Masterplan Kawasan Borobudur
Penerapan teknologi ini juga menorehkan pencapaian bersejarah, menjadikan ITDC sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.
“Melalui rangkaian inisiatif tersebut, InJourney menegaskan komitmennya menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan destinasi. Pendekatan ini memastikan transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meninggalkan legacy hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Maya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
