Site icon WARTAEVENT.COM

Institusi Pendidikan Belum Sepenuhnya Terapkan Digitalisasi, Ini Sebabnya

WARTAEVENT.com – Surabaya. Selama pandemi, hampir seluruh lini beralih ke digitalisasi. Tak terkecuali dengan dunia pendidikan. Tapi perlu diketahui pula, bahwasannya belum seutuhnya menggunakan digitalisasi.

Ada beberapa hal yang masih membutuhkan kehadiran fisik para siswa maupun mahasiwanya. Terutama yang terkait dengan praktik pendidikan.

Baca Juga : Podcast dalam Sudut Pandang Literasi Digital, Bahas Ikan Cupang Juga Okay

Sejauhmana penerapan aplikasi digital di dunia pendidikan rupanya mendapat perhatian besar dalam yang ternyata mendapat pembahasan serius dalam webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada hari ini Kamis (03/06/2021) di Kabupaten Ponorog, Jawa Timur, dan diikuti oleh 385 peserta.

Andre Parvian Aristio, S.Kom,M.Sc salah satu narasumber dalam webinar kali ini menegaskan dunia pendidikan tidak hanya intelligence (digital) tetapi juga psikomotorik, dan ini sangat penting untuk perkembangan anak. Terutama di dunia Pendidikan, anak kecil butuh ilmu psikomotorik. 

“Ilmu psikomotorik ini tidak dapat digantikan dengan teknologi digital. Teknologi hanya sebagai tools bisa membantu tapi kondisi saat ini masih ada batasan. Pendidikan belum bisa semuanya, misal departemen kimia, teknik mesin, perkapalan dan lainnya,” terangnya.

Andre kembali menegaskan, tidak mungkin seluruhnya menggunakan sistem pembelajaran online karena ada kegiatan praktikum. Ada beberapa hal yang masih sulit untuk diubah ke digital. Jadi, tidak bisa kita samakan dengan segi ekonomi kalau pendidikan tidak bisa 100%.

Baca Juga : Data Pribadi Bocor, Perhatikan Perspektif Berikut

Kementerian Komunikasi dan Informatika tujuan utama dari Literasi Digital ini bahwa Indonesia diharapkan pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang. 

Literasi Digital yang mengangkat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas empat pilar utama Literasi Digital; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). [*]

Exit mobile version