Site icon WARTAEVENT.COM

Jaga Privasi dan Amankan Data Pribadi, Ini Caranya

WARTAEVENT.com – Gowa. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Jum’at (15/10/2021) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Hati-hati Menyebar Data Pribadi”. Dan diikuti oleh 460 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya peneliti & pegiat IT, Dimas Dwi Pratikno; Entrepreneur & kreator konten, Kevin Horax; Entrepreneur & Data Programmer, Wahyu, serta dosen Univ. Telkom, A. Hasan Al Husain.

Dimas pemateri pertama menyampaikan paparan berjudul “Software & Hardware: Pengenalan Fitur Proteksi”. Menurut dia, perangkat digital sebagai sarana vital kita beraktivitas di dunia maya penting untuk dilindungi dari risiko serangan virus, ransomware, pengelabuan, dan semacamnya. 

Perlindungan perangkat keras dapat diperkuat dengan penggunaan kata sandi unik dan otentikasi sidik jari atau wajah. Sementara untuk perangkat lunak bisa dengan antivirus, backup data, enkripsi full disk, find my device maupun shredder.

Pemateri kedua, Kevin memaparkan materi etika digital berjtajuk “Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh di Internet”. Ia mengatakan, sebelum mengunduh aplikasi di internet, cermatilah seberapa banyak pengunduhnya, rating dan ulasannya, pengaturan izin aksesnya, serta pembaruan antivirus. 

“Sembarang mengunduh aplikasi bisa berdampak pada infeksi virus ke gawai maupun gangguan psikologis terhadap pengguna,” ujar Kevin.

Wahyu, pemateri ketiga mengulas topik budaya digital tentang “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE terkait Perlindungan Data Pribadi”. Menurut dia, UU ITE Pasal 26, 28, dan 30 memberi jaminan perlindungan data pribadi serta ancaman terhadap pelanggarnya. 

Penyalahgunaan data pribadi bisa berdampak pada tindak pidana dan diskriminasi bagi korban. Untuk melindungi data pribadi, jangan pasang lokasi pada kiriman, sembunyikan tanggal lahir dan detail identitas diri, serta jaga privasi diri dan lingkungan terdekat.

Sebagai pemateri pamungkas, Hasan memaparkan topik keamanan digital mengenai “Hati-hati Menyebar Data Pribadi”. Ia mengatakan, data pribadi meliputi data dan informasi kesehatan, keuangan, keluarga, biometrik, genetik, orientasi seksual, pandangan politik, catatan kejahatan, dan data-data lain sesuai ketentuan perundangan. 

Untuk menjaga keamanannya di dunia siber, pastikan data tersebut terenkripsi, waspadai penggunaan Wi-Fi publik, tautan pengelabuan, dan segala bentuk data pribadi sebelum mengunggah konten media sosial. “Jangan lupa gunakan kata sandi unik dan mode incognito saat berselancar,” pesannya.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana tindakan tepat jika kita menjadi korban penyalahgunaan data pribadi oleh penyedia pinjaman daring. 

Narasumber menyarankan untuk segera ajukan komplain dan konfirmasi serta laporkan ke lembaga berwenang seperti OJK dan polisi untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version