WARTAEVENT.com – Bojonegoro. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro pada hari ini Selasa (10/08/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Ave Sina, Bawinda Lestari, M.Psi, CPS, Cht., Rachel Octavia, Andy Ardian, SP, dan Erbe Sentanu (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Yuk Kelola Jejak Digital Yang Baik”. Dan diikuti oleh 431 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Andy Ardian, SP adalah banyaknya berita yang bersifat kontra tentang Covid-19 ini dirasa sangat meresahkan karena memprovokasi orang lain agar tidak percaya dengan penyakit mematikan ini.
Ketika diberi peringatan, oknum yang menyebarkan hoax tersebut membela diri dengan alasan negara anti kritik dan hak kebebasan berpendapatnya dirampas. Maka bagaimana tanggapan bapak tentang kejadian tersebut? Apakah dapat dikenakan pasal yang berlaku atau diberi sosialisasi?
Dan pada saat itu Andy Ardian, SP langsung memberikan jawaban, terkait dengan informasi Covid-19 sebenarnya ada beberapa indikasi yang sebenarnya ada ketidakpahaman masyarakat, karena masyarakat gelisah akhirnya mencari informasi.
Namun karena banyaknya informasi yang tersebar, jadi tidak menutup kemungkinan mendapatkan informasi yang hoax. Yang kedua adalah disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk tujuan-tujuan tertentu.
Dalam menanggapi hal ini jangan gegabah dan dapatkan informasi-informasi Covid-19 yang valid dari sumber yang terpercaya.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]