WARTAEVENT.COM, Kab. Malang Timur – Pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non-fisik, yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang.
Hal itu dijelaskan, Clara Marisa Purnamasari, Associate Wealth Planner & Internasional Campus Ambasador, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (08/11/2021).
Ia menambahkan tindakan ini termasuk siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual, sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.
Lanjutnya, pelecehan seksual bukan semata tentang seks. Inti dari masalah ini adalah penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas, meskipun pelaku mungkin mencoba untuk meyakinkan korban dan dirinya sendiri bahwa perilaku pelecehan yang dilakukan sebenarnya adalah ketertarikan seksual dan keinginan romantis semata.
“Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Namun, ada juga kasus pelecehan perempuan terhadap laki-laki, dan juga dengan sesama jenis (baik sesama laki-laki maupun perempuan),” paparnya.
Berikut ini kategorinya, pelecehan seksual dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (08/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Maria Dina Yuliana (Social Media Specialist di EDP), Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Zulham Mubarak (Ketua Umum Milenial Utas & Komisaris PT. Agranirwasita Technology Indonesia), dan Sandi Reza Fahmi (Content Creator) sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kebutuhan industri event terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan praktis mendorong Program Studi Sarjana Terapan (D4)… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) bekerja. Perubahan tersebut… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai menjadi perhatian industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Teknologi ini dinilai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Park 5 Simatupang memperkenalkan Mont Blanc Series, sajian minuman baru yang menawarkan perpaduan tekstur creamy dengan karakter… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Tiga legenda Srimulat, Nunung, Kadir, dan Kirun, hadir dalam trial opening Mega Science Center dan Budaya di… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Jawa Timur Park Group memberikan 3.200 tiket kunjungan Mega Science Center dan Budaya kepada pelajar Jawa Timur,… Read More
Leave a Comment