WARTAEVENT.com – Pacitan. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.
Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pacitan pada hari ini Kamis (09/09/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Dendys Darmawan, Jacob Win, Rovien,
Tio Utomo dan Praseno Nugraha (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Seberapa Penting Literasi Digital di Jaman Now”. Dan diikuti oleh 572 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Jacob Win adalah mengasah skill IT sangat perlu untuk masa depan, sebagai mahasiswa kita dituntut untuk melatih skill IT untuk melamar kerja nantinya.
Namun, ada yang bilang, seberapa pintar dan ahli skill IT kita, pasti kalah dengan orang dalam. Bagaimana cara mengubah pola pikir yang demikian?.
Dan pada saat itu Jacob Win langsung memberikan jawaban, stigma perlu orang dalam sampai sekarang masih ada. Dengan teknologi digital kita juga bisa tunjukkan portofolio karya kita.
Disinilah pentingnya jejak digital kita. Tetap optimis. Karena semua perusahaan ingin berkembang dan membutuhkan orang-orang yang punya skill atau kemampuan yang dicarikan. Fokus bagaimana kita kembangkan potensi diri dan skill kita.
Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]