Categories: News

Kecakapan Digital Berbasis Bhinneka Tungga Ika

 

WARTAEVENT.com – Blitar. Populasi penduduk Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, terdapat pengguna aktif media sosial mencapai 170 juta. Bahkan survei tahun 2021, Indonesia termasuk dakam 10 besar negara yang kecanduan media sosial. Hal ini bisa dilihat dari rata-rata warganya yang menghabiskan 3 jam 14 menit untuk media sosial, jumlah pengguna sosial media setara 61,8% dari total populasi.

“Kita sadari Indonesia negara majemuk, multikultural, bahasa daerah beragam sekali ada 716, artinya ini adalah indikator kecakapan budaya digital. Kita harus menyadari bahwa kita di era digital, dan kecakapan digital berbasis Bhinneka Tungga Ika perlu dipahami,” ujar Novianto Puji Raharjo, Ketua Relawan TIK Jawa Timur & Dekan Fakultas Dakwah IAI Dalwa dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (1/7/2021).

Lanjutnya, partisipasi dan kolaborasi aktif di dunia digital perlu menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tungga Ika. Nilai pancasila, seperti sila pertama mengenai cinta kasih, sila kedua kesetaraan, sila ketiga harmoni, serta sila kelima demokratis dan gotong royong.

Di ruang digital, kecakapan budaya telah difilter oleh algoritma sehingga ada filter bubble yaitu merupakan suatu fenomena pernyotiran dan seleksi informasi oleh algoritma berdasarkan pertimbangan kecocokan, relasi dan preferensi.

“Nilai kesetaraan di ruang digital jelas dibutuhkan berlandaskan Pancasila, sehingga jelas bahwa ujaran kebencian, pengucilan, perundungan sangat berlawanan dengan kesetaraan. Kita boleh mengkritik tapi bukan untuk polarisasi perpecahan, karena kita sangat multikulturalis,” sebutnya.

Ia menambahkan, nilai demokratis dalam Pancasila juga menjamin kebebasan berekspresi, sehingga jika terjadi berbeda pandangan maka dapat dibuka ruang diskusi. Demokrasi juga tidak bisa kita semaunya, harus ada kesadaran dalam mengakses dan mengelaborasi informasi publik, maka bukalah ruang diskusi yang sehat untuk membangun pemahaman bersama.

“Mengenai gotong royong kita harus memahami etiket semacam aturan saat berinternet sebagai warga negara digital. Dampak rendahnya pemahaman atas nilai Pancasila dan Bhinneka Tungga Ika ini juga dapat dilihat dari tidak mampunya memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik atau provokasi yang mengarah pada perpecahan di ruang digital.

Ia juga mengungkapkan, menjadi warga digital yang pancasilais bisa dilakukan dengan berpikir kritis, gotong royong kolaborasi kampanye literasi digital. Mendukung toleransi keberagaman, memprioritaskan cara demokrasi, mengutamakan Indonesia. Warga digital harus bisa menjadikan ruang digital sebagai praktik berbudaya melalui aktivitas sehari-hari.

“Sebarkan konten positif, inspiratif, edukatif, informatif, produktif dan menghibur. Jangan lupa jejak digital akan terekam. Sebaik-baik manusia adalah yang membawa manfaat bagi orang lain dengan semangat saling berbagi dan persaudaraan dalam mencari keberkahan,” tutup Novianto.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, (1/7/2021) yang menghadirkan pembicara, Soni Mongan (Content Creator & Entertainer), Valentina Melati (Key Opinian Leader & Content Creator), dan Hamzah F. Hasan (Relawan TIK Kabipaten Blitar).

Gerakan #MakinCakapDigital ini melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan gerakan ini diadakan secara virtual di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten. Dengan tardet 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Oeday Abdullah

Leave a Comment

Recent Posts

Dosen MICE PNJ Perkuat Pembelajaran Event Guru SMK

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kebutuhan industri event terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan praktis mendorong Program Studi Sarjana Terapan (D4)… Read More

18 hours ago

AI Dorong Perubahan Skill dan Profesi Industri MICE

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) bekerja. Perubahan tersebut… Read More

18 hours ago

AI Dorong Perubahan Profesi dan Keterampilan Industri MICE

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai menjadi perhatian industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Teknologi ini dinilai… Read More

2 days ago

Park 5 Simatupang Hadirkan Mont Blanc Series Dua Varian

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Park 5 Simatupang memperkenalkan Mont Blanc Series, sajian minuman baru yang menawarkan perpaduan tekstur creamy dengan karakter… Read More

2 days ago

Legenda Komedi Srimulat Hadir di Wahana Mega Sience Center dan Budaya

BATU, WARTAEVENT.com – Tiga legenda Srimulat, Nunung, Kadir, dan Kirun, hadir dalam trial opening Mega Science Center dan Budaya di… Read More

3 days ago

Jatim Park Group Bagikan 3.200 Tiket Wisata Edukasi Mega Science Center dan Budaya ke Pelajar

BATU, WARTAEVENT.com – Jawa Timur Park Group memberikan 3.200 tiket kunjungan Mega Science Center dan Budaya kepada pelajar Jawa Timur,… Read More

3 days ago