wartaevent.com – Manado. Menteri Pariwsata Arief Yahya berharap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang, di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dapat ditetapkan pada Juni 2019. KEK pertama di Sulawesi Utara itu sekaligus diharapkan menjadi yang terbaik di Indonesia.
“Saya hadir di sini karena optimistis, Sulawesi Utara akan memiliki KEK Pariwsata terbaik. Untuk itu unsur 3A yakni atraksi, akses, amenitas harus berkelas internasional. Targetnya satu bulan dari sekarang sudah ditetapkan, atau paling lama Juni 2019,” kata Menpar Arief Yahya saat Kick of Meeting Pengusulan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Rabu, (26/3/2019).
Baca Juga : Kawasan Sungai Liat Akan Dijadikan KEK Pariwisata, Ini Potensinya
Menpar Arief Yahya juga menjelaskan, untuk atraksi di Sulawesi Utara tidak perlu diragukan lagi. Lantaran di wilayah itu terdapat Taman Nasional Bunaken dan Selat Lembeh dengan micro dive yang sudah terkenal hingga dunia. Dan bahkan akan menjadi internasional hub bagi para yachter asing.
Di sisi akses, penambahan kapasitas Bandara Sam Ratulangi menjadi suatu keharusan sebagai pintu masuk wisman sehingga bisa menampung wisatawan lebih banyak. Landasan pacu juga harus diperpanjang menjadi 3.000 x 45 meter persegi. “Rule of time dari bandara ke lokasi KEK kurang dari 2 jam dan jalannya juga sudah diperlebar 14 meter persegi,” kata Menpar.
Untuk amenitas, akan dibangun ‘luxury resort’ sebagai rencana jangka panjang yang memang membutuhkan waktu lama. “Maka saya usulkan saat ini untuk mulai membangun nomadic tourism yang implementasinya sangat cepat. Nantinya kawasan pendukung KEK akan juga akan tumbuh dengan cepat,” kata Arief Yahya.
Sementara itu, Paquita Widjaya Rustandi, PT Minahasa Permai Resort Development, menjelaskan, pengusulan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan – Likupang, akan dibangun di atas lahan seluas 374 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp11 triliun. “Untuk lahan semua sudah ‘clean and clear’ 374 hektare tidak ada masalah. Semoga dengan tidak adanya masalah di lahan, penetapan KEK juga akan dilakukan dengan segera,” katanya.
Baca Juga : Jatigede Diusulkan Jadi KEK Pariwisata
Mengingat lokasi KEK Tanjung Pulisan berdekatan dengan hutan lindung, ke depannya PT MPRD akan membangun Wallace International Conservation Resort and Marine Park, sebagai salah satu atraksi utama di kawasan tersebut.
Tujuan dibangunnya area konservasi ini untuk mengembalikan keanekaragaman flora dan fauna endemik daerah yang saat ini sudah berkurang jumlahnya. “Kami yakin, hadirnya KEK Tanjung Pulisan yang menyuguhkan keindahan topografi seperti sabana hijau, perbukitan, dan lautan yang masih pristine ini akan menjadi daya jual bagi wisatawan,” pungkas Paquita. [*]
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun ke-8 de Braga by ARTOTEL tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Hotel tersebut memilih menandai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Balon raksasa bertuliskan “INTENS” mulai mencuri perhatian masyarakat di sejumlah kota di Indonesia. Instalasi berukuran raksasa tersebut… Read More
MILAN, WARTAEVENT.com — Industri alas kaki global kembali menjadikan MICAM Milano sebagai salah satu ruang penting untuk membaca arah mode… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Di tengah perkembangan hotel-hotel perkotaan yang menawarkan pengalaman serupa, House of Tugu Old Town Jakarta memilih jalan… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.coom — Wisatawan yang mencari akomodasi dengan suasana tenang di tengah kota kini memiliki pilihan baru melalui The Prajan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Karakter dan cerita lokal Indonesia mendapat ruang baru untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui hIPlay Playground, yang… Read More
Leave a Comment