Namun, lanjut Tedjo, khusus untuk Myanmar mungkin saat ini masih terkendala dengan kondisi politik di negaranya yang masih kurang kondusif. Sehingga banyak wisatawan Indonesia hendak ke Myanmar urung mengunjunginya.
Baca Juga : Pandemi Covid-19, Begini Setrategi KTO Agar Promosinya Mencapai Target
“Mungkin yang belum tersentuh adalah Asia Pasifik, karena pintu gerbang internasional belum dibuka,” rinci Tedjo.
Berdasar analisa Tedjo dari TTC, untuk market millennial selain mengikuti tren terkini, mereka cenderung akan memilih destinasi yang unik. Millennial memiliki kebutuhan yang unik yaitu eksistensi di ranah sosial media.
Baca Juga : Beer Bikes, Cara Kumpul Sehat Para Travel Agent dan Industri Perhotelan
“Bagi mereka mengunggah konten seperti di negara Singapura atau Malaysia sudah biasa. Tapi, ketika mereka mengunggah konten seperti di Durbar Square di Kathmandu, Giant Buddha di Bhutan, tentu menjadi sesuatu yang menarik,” tuturnya.
KARANGANYAR, WARTAEVENNT.com – Kabupaten Karanganyar memiliki hampir semua modal untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Dari kawasan lereng… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Memasuki musim liburan sekolah, tren staycation keluarga kembali menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama tanpa harus… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pengalaman menginap kini tidak lagi sebatas menyediakan tempat beristirahat. Seiring berkembangnya tren perjalanan, wisatawan juga mencari pengalaman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Isu keberlanjutan semakin menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan di Indonesia. Tren tersebut tercermin dalam peluncuran Laporan… Read More
AUCKLAND, WARTAEVENT.com – Aotearoa Selandia Baru secara resmi bergabung dalam peta global MICHELIN Guide, menandai pertama kalinya Michelin Guide merambah… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren all you can eat (AYCE) terus berkembang dengan menghadirkan konsep yang lebih tematik. Menyambut Juli 2026,… Read More
Leave a Comment