Sesi pitching bersama Direktur Festival World/Jazz dari Serbia dan Montenegro.
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Upaya memperluas akses musisi Indonesia ke panggung internasional kini tidak lagi hanya bertumpu pada kualitas karya. Standarisasi dokumen profesional dan kemampuan pitching dinilai menjadi tantangan besar yang masih dihadapi banyak talenta musik nasional.
Melalui program prioritas nasional Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) menggandeng WartaJazz menggelar “EPK & Festival Pitching Masterclass” sebagai bagian dari rangkaian pra-acara Indonesian World Jazz Meeting (IWJM) 2026.
Baca Juga : Mengenang Djaduk Ferianto, KUA Etnika Hadirkan Sajian Khusus di BRI Jazz Gunung Bromo
Program MTN AsahBakat tersebut dirancang untuk membekali musisi dengan kemampuan menyusun Electronic Press Kit (EPK), tech rider berstandar internasional, hingga strategi pitching kepada kurator festival global. Pelatihan akan digelar secara daring melalui Zoom dengan menghadirkan praktisi industri musik lintas genre dan ekosistem internasional.
Koordinator Tim Ahli Musik MTN Seni Budaya, Aristofani Fahmi, Jum’at, (29/5/2026), mengatakan penguatan kapasitas profesional menjadi kebutuhan mendesak bagi seniman Indonesia yang ingin bersaing di pasar global.
Baca Juga : Gelar “Internasional Golo Mori Jazz 2025” ITDC Tawarkan Harmoni Musik dan Keindahan Alam
“Seniman kita tidak hanya harus unggul secara kreatif, tetapi juga memiliki daya saing profesional di level industri internasional,” ujarnya.
Masterclass ini menghadirkan sejumlah nama yang memiliki rekam jejak internasional, di antaranya Tesla Manaf, Satria Ramadhan, Rani Jambak, serta Agus Setiawan Basuni.
Menurut Agus Setiawan Basuni, banyak musisi Indonesia gagal lolos kurasi festival internasional bukan karena kualitas karya, melainkan lemahnya dokumen teknis dan komunikasi profesional.
Baca Juga : TPJC 2025: Kompetisi Jazz Online Global yang Siap Hadir dengan Kesempatan Emas bagi Musisi
“Seringkali karya musisi kita sudah sangat baik, namun gagal di tahap kurasi hanya karena dokumen teknis yang tidak standar,” katanya.
Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan pengembangan talenta musik nasional yang kini mulai fokus pada kesiapan industri dan kemampuan bisnis kreatif, bukan semata produksi karya artistik.
Baca Juga : Klaten Etno Jazz Sawah 2024: Festival Musik yang Menyatukan Alam dan Kearifan Lokal di Tengah Sawah
Di tengah pertumbuhan pasar musik global yang semakin kompetitif, kemampuan memahami standar internasional dinilai menjadi kunci penting bagi musisi Indonesia untuk memperluas jejaring dan peluang tampil di festival dunia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober mendatang. Konferensi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Musik, budaya populer, dan gaya hidup urban menjadi bagian dari perayaan satu dekade ESSE POP melalui event… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Sebanyak 45 mahasiswa yang tergabung dalam Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan… Read More
BANYUWANGI, WARTAEVENT.com – Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 akan menghadirkan pengalaman baru dengan konsep malam hari pada (24/10/2026) mendatang. Inovasi… Read More
WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan keindahan alam dan daya tarik destinasi. Ketersediaan akomodasi yang representatif, kualitas pelayanan,… Read More
WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Artotel Group memperluas portofolio hotelnya di Jawa Tengah dengan meresmikan ARTOTEL Wanasaba. Berlokasi di Jalan A. Yani… Read More
Leave a Comment