wartaevent.com – Jakarta. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berharap agar seluruh destinasi wisata di Indonesia tersertifikasi pariwisata berkelanjutan mulai 2020 sebagai syarat untuk menjadi tujuan wisata kelas dunia.
Hal ini diutarakan oleh Frans Teguh, Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata dalam Forum Group Discussion (FGD) Analisis Dampak Sosial Budaya dan Penguatan Peran IST-Council di Hotel Sari Pacific Jakarta, Kamis (9/5/2019).
Baca Juga : Memperbaiki Peringkat dalam Sustainable Tourism, Kemenpar Adopsi Standar GSTC
Frans Teguh, menjelaskan, pemerintah pada 2020 menargetkan peningkatan pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan khususnya destinasi pariwisata. “Pembangunan destinasi sudah ada pedomannya dari UNWTO untuk pembangunan kepariwisataan berkelanjutan. Telah diterapkan oleh PBB dan Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang sudah ada dapat ditambahkan dengan nilai-nilai budaya di Indonesia,” kata Frans Teguh.
Frans Teguh menjelaskan tujuan dari FGD Analisis Sosial Budaya dan Penguatan Peran IST-Council adalah untuk memberikan masukan terhadap standar yang sudah dibuat oleh GSTC, salah satunya dari sisi dimensi sosial budaya yang diturunkan dalam bentuk norma.
“Diharapkan ini bisa memberikan masukan terkait dimensi sosial budaya dalam rangka meningkatkan kualitas produk pariwisata Indonesia serta menghasilkan rekomendasi instrumen kebijakan atau strategi di tingkat pemerintah,” kata Frans Teguh.
Terdapat tiga norma yang perlu diterapkan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016. Pertama, pariwisata harus berbasis budaya baik dari bentuk atau unsur. Kedua, pariwisata harus berbasis masyarakat dan ketiga pariwisata harus berbasis lingkungan. Ketiga norma tersebut harus diimpelementasikan bersamaan dan tidak boleh terpisah.
Saat ini Kemenpar sedang terus mendorong semua destinasi wisata di Indonesia untuk tersertifikasi pariwisata berkelanjutan sebagai syarat untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Baca Juga : Taman Nasionsl Bali Barat Raih 5 Penghargaan di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin
Dalam hal ini, Kemenpar menerapkan program Sustainable Tourism for Development (STDev) yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar internasional dari GSTC.
FGD yang dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, BAPPENAS, perwakilan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. [*]
TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
Leave a Comment