WARTAEVENT.com – Jakarta. Kendi Ireng merupakan brand kopi campuran atau house blend yang menggunakan rasio 50 persen biji kopi arabika dan 50 persen kopi Robusta.
Bermula dari gagasan dua orang karib, Sandy Julius dan Hendry Julian yang dulunya bekerja di Salsa Club. Kala itu, Sandy Julius berkunjung ke karibnya Hendry Julian yang terlebih dahulu memiliki kedai kopi dengan nama Banua Kopi di Bekasi.
Baca Juga : Bulerabica Keluarkan Produk Edisi Premium ‘Kebun Tua’ dari Biji Kopi yang Berumur 3 Tahun
Singkat cerita, munculah ide untuk membangun unit usaha kopi baru dengan mengajak teman-teman Salsa Club untuk berinvestasi. ‘Kendi Ireng’ dijadikan jenama usaha kopinya.
Jenama tersebut diambil dari proses roasting atau sangrai dengan menggunakan kendi atau tembikar yang karena proses pembakaran terus menerus menyebabkan kendi pun menjadi hitam atau ireng—dalam bahasa Jawa.
Untuk semua biji kopi yang digunakan menggunakan kualitas ekspor, grade 1 dari robusta Temanggung dan arabika Gayo, Aceh dengan teknik roasting manual menggunakan kendi pada level medium to dark, dan level giling medium.
Kendi Ireng yang memiliki visi dan misi menjadi jenama kopi berpengaruh di Jabodetabek dan mampu menjangkau pasar nasional ini, akan memberikan pengalaman minum kopi dengan cita rasa yang unik, khas dan tradisional.
Baca Juga : Bertambahnya Ekspor Kopi Indonesia ke Negara Paman Sam dan Peluang Kerja Sama Komunitas Kopi dengan Diaspora
Satu hal lagi, yang membedakan kopi Kendi Ireng dengan kopi lainnya adalah, biji kopinya di sangrai secara manual dengan menggunakan kendi, mampu dijual dengan harga merakyat, aroma kopi lebih wangi dan tidak mudah bau saat penyimpanan lama, crema yang dihasilkan lebih tebal, cita rasa kopi Kendi Ireng lebih terasa khas dan unik, sehingga menciptakan rasa yang tak mudah untuk dilupakan.
Terkait strategi pemasaran pengembangan usaha, Kendi Ireng akan membangun kemitraan, menjalin kerja sama dengan unit usaha lain yang memiliki mata rantai produk yang sama, seperti Coffee Shop, Bakery Shop, melakukan business to business (BtoB) dan Business to consumer (BtoC), baik secara online maupun offline dalam bentuk produk kemasan kopi maupun produk siap minum/makan (RTD & RTE).
Baca Juga : Sudah 21 Tahun di Indonesia, Starbucks Tahun Ini Promosikan Kopi Lokal
Mengajak masyarakat umum, khususnya lower market untuk minum Kopi asli dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. #KopiNikmatNggaHarusMahal. [*]
MILAN, WARTAEVENT.com — Industri alas kaki global kembali menjadikan MICAM Milano sebagai salah satu ruang penting untuk membaca arah mode… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Di tengah perkembangan hotel-hotel perkotaan yang menawarkan pengalaman serupa, House of Tugu Old Town Jakarta memilih jalan… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.coom — Wisatawan yang mencari akomodasi dengan suasana tenang di tengah kota kini memiliki pilihan baru melalui The Prajan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Karakter dan cerita lokal Indonesia mendapat ruang baru untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui hIPlay Playground, yang… Read More
SIDOARJO, WARTAEVENT.com — Setelah mendapat sambutan di Bandung, Archipelago Hotels kembali membawa pengalaman kuliner dan budaya pop Jepang ke Jawa… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Industri kopi Indonesia kembali mendapat ruang temu melalui Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 yang digelar PT… Read More
Leave a Comment