Site icon WARTAEVENT.COM

Keragaman Budaya Menjadi Abai di Dunia Digital, Ini Cara Mengatasinya

WARTAEVENT.com – Pasuruan. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan webinar Literasi Digital melalui aplikasi zoom dari bulan Mei hingga Desember 2021 mendatang.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Penyelenggaraan Kegiatan webinar Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pasuruan pada hari ini Selasa (31/08/2021) dengan mendatangkan 4 narasumber yaitu Jacob Win, Salman Fajrus Sobakh, Rachel Octavia, Elly Nurul dan Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Menggali Kreativitas dan Produktivitas di Dunia Digital”. Dan diikuti oleh 982 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. 

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rachel Octavia adalah, dengan berkembangnya era digital ini, banyak sosmed menarik dengan berbagai konten yang dibagikan. Banyak juga konten konten mengenai budaya yang membuat wawasan kita lebih luas. 

Tapi banyak juga masyarakat yang suka berkomentar negatif dan tidak toleransi terhadap budaya lain. Bagaimana ara menanamkan sikap toleransi agar kedepannya agar tidak ada lagi komentar menjelekkan budaya ini ataupun budaya itu? 

Hal ini penting sekali diperhatikan, mengingat kebudayaan di indonesia kan sangat beragam, dan etika masyarakat di ruang digital pun masih kurang. 

Dan pada saat itu Rachel Octavia langsung memberikan jawaban, kita merayakan perbedaan. Misalkan saya orang Jawa dan suami orang Manado. Kalau bicara orang Jawa tidak boleh kencang. 

Apakah perbedaan tersebut jadi halangan? Tidak. Kita bisa memberikan penghargaan dan saling toleransi (mengerti dan memahami orang lain dengan budaya beda). Saat kita tidak bisa menyampaikan dengan aksara di sosial media, maka hati-hati dengan jejak digital kita. 

Namun dengan cara yang baik, maka kita bisa mendidik orang lain untuk bisa memberikan perspektif yang berbbeda. Bisa juga sampaikan via DM, tidak di komentar. Jangan take it personally. 

Kalau tidak mau berdebat ya bisa biikin konten, untuk inspirasi orang lain. Konten kita bisa bermanfaat buat banyak orang.

Tujuan utama Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar webinar Literasi Digital ini karena diharapkan masyarakat Indonesia pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills). [*]

Exit mobile version