Site icon WARTAEVENT.COM

Kewaspadaan Diperlukan Saat Beraktivitas Digital

WARTAEVENT.com – Palu. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Kamis (22/09/2021) di Kabupaten Palu, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Menghindari Pencuri Data”. Dan diikuti oleh 676 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya akademisi dan Head of Creative PT Digital Solusi Master, Adhi Prasnowo; Divisi Informasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulteng, Kartini Nainggolan; Public Speaker dan Motivator, Ito Lawputra; serta kreator konten, Joe Adimara.

Pematri pembuka, Adhi Prasnowo dalam paparannya menyampaikan materi “Informasi Digital, Identitas Digital dan Jejak Digital di Media Sosial”. Adhi menerangkan bahwa kemampuan dalam memproduksi rekam jejak digital yang baik perlu ditingkatkan. Jika mendistribusikan informasi dengan menggunakan perangkat digital, maka dapat dipastikan kita telah meninggalkan jejak digital.

Joe Adimara, pemateri kedua membahas topiik “Isu-isu Etika Digital dan Penggunaan Teknologi”. Menurutnya, pencurian data bertujuan memenuhi kepentingan komersial karena ada pihak yang menginginkan data rahasia pihak lain.

“Itu termasuk tindakan kriminal karena bisa menimbulkan kerugian materil yang berujung kebangkrutan satu lembaga atau perusahaan,” ungkap Founder Indische 1931 Coffee Roastery itu.

Selanjutnya pemateri ketiga, Kartini Nainggolan, membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”. Menurut dia, tindakan pencegahan kebocoran wajib dilakukan untuk membatasi data pribadi yang dibagikan.

“Pengguna internet harus membaca syarat dan ketentuan sebelum mengunduh aplikasi. Jika meminta izin akses ke dokumen, sebaiknya tidak disetujui,” ungkapnya.

Materi penutup disampaikan oleh Ito Lawputra, dengan tema “Digital Safety Phishing: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menghindarinya”. Dia menegaskan, jangan mudah tergiur dengan penawaran apapun termasuk pesan dan telepon tidak dikenal atau mencurigakan.

“Jika merasa dirugikan, bisa melapor ke polisi atau patrolisiber.id dengan menyertakan barang bukti,” katanya.

“Ketika data pribadi kita diretas oleh oknum, apakah harus langsung dilaporkan ke pihak berwajib?” tanya Mei Ling, salah seorang peserta.

Kartini Nainggolan mengungkapkan, jika menimbulkan kerugian material bisa langsung melapor ke polisi. “Jika data dicuri dan belum terjadi kejahatan, bisa melaporkan ke penyedia layanan,” terangnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version