WARTAEVENT.com – Toraja Utara. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Kamis (09/09/2021) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Jarimu Harimaumu”.Dan diikuti oleh 714 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Leader of Educator Google Provinsi Sulawesi Selatan, Amal Hasan; dosen Universitas Dr Soetomo, Zulaikha; Putri Muslimah Nusantara, Wa Ode Syahribanun Alwiah; dan kreator konten, La Ode Ridwan Arisandy.
Menjadi pemateri pertama, Zulaikha membawakan tema “Pahami Aplikasi, Fitur dan Jadilah Pemenang di Dunia Digital”. Dia mengatakan, tetapkan tujuan positif saat memasang aplikasi percakapan atau media sosial.
“Dengan begitu, pengguna media sosial tidak tergoda melakukan hal-hal yang bisa membuatnya bermasalah dengan hukum atau sanksi sosial lainnya,” katanya.
Kemudian La Ode Ridwan Arisandy pemateri selanjutnya membahas topik “Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”. Dia menguraikan tips yang dapat dilakukan untuk menghindari pertemanan yang negatif, di antaranya selalu mengecek ulang kebenaran berita/informasi bila ingin meneruskan dan tidak mengunggah unggahan yang berulang dan kurang menarik untuk dilihat atau dibaca.
Pemateri ketiga, Wa Ode Syahribanun Alwiah membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Mengeluarkan Pendapat di Dunia Digital”. Penulis Terpilih Buku Potret Hujan ini menegaskan, masyarakat perlu memperhatikan etika dalam bermedia sosial mengingat terdapat risiko hukum yang mengaturnya.
“Salah satu hukum yang berfungsi mengatur adalah UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelas dia.
Sebagai narasumber terakhir, Amal Hasan menyampaikan tema mengenai “Menjaga Keamanan Digital Anak di Dunia Maya”. Dia menjelaskan, pada dasarnya penggunaan gawai genggam tidak diperuntukkan untuk anak berumur di bawah 13 tahun, mengingat anak belum bisa memilah hal-hal positif dan negatif dari penggunaan alat tersebut.
Salah satu peserta di Toraja Utara, Winda, menanyakan tentang solusi bijak untuk mengajarkan anak-anak dalam bermedia sosial yang baik.
Zulaikha menjelaskan, orangtua dan guru harus mengajari anak cara dan etika berkomunikasi yang baik. “Jika dalam keseharian menggunakan bahasa yang baik, maka di dunia maya juga akan menerapkan etika sopan santun,” terangnya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]