Categories: Hangout

Kopi Kong Djie: Kopi Untuk Hidup, Kehidupan dan Gaya Hidup

Wartaevent.com – Belitung. Bertandang ke Pulau Belitung, kurang lengkap jika belum mengunjungi kedai kopi paling legendaris yaitu Kong Djie. Kedai Kopi ini didirikan oleh warga Tionghoa bernama Ho Kong Djie, dari Bangka yang merantau ke Belitung pada tahun 1943.

Menjelang Sabtu sore (17/11/2018) lalu, Ismed Holidi, generasi kedua pemilik kedai kopi Kong Djie, menceritakan, orang Indonesia memiliki cara yang berbeda dalam mencecap kopi dengan orang luar negeri. Jika orang luar negeri one – double shot espresso sudah cukup dalam sehari. Kalau orang Indonesia mulai dari pagi, siang, malam bahkan tengah malam masih ngopi.

Ismed pun menambahkan, kedai kopi ini lahir dulu pada saat orang tidak mengenal jenis dan varian kopi seperti seakrang ini. Kedai Kopi Kong Djie, yang dibangun oleh orang tuanya pada saat itu orang-orang belum mengerti karakter robusta dan Arabica seperti apa. Yang penting berwarna hitam dan berbau kopi.

“Dulu orang ngopi tidak mengenal jenis Robusta dan Arabica. Kopi semua telah di roasting. Jadi tidak menimbulkan perbedaan. Baru beberapa tahun belakangan saja orang mulai mengerti jenis dan varian kopi,” ungkap Ismed.

Hingga generasi kedua sampai saat ini tidak ada perubahan pada selera konsumen. Penjualan tertinggi itu ada pada kopi susu dan kopi O (Americano) atau kopi hitam. “Banyak hal dari jaman Ayah saya terbawa ke masa sekarang dimana jaman itu susu menjadi barang yang mahal dan mewah,” tambahnya.

Secara bisnis, untuk secangkir kopi susu lebih menguntungkan. Justru lebih mahal Kopi Espresso daripada Kopi Susu. Sebab, espresso adalah ekstrak kopi. Setengah dari kopi espresso ditambah setengah air panas menjadi kopi O. Kemudian dari setengah kopi espresso ditambah susu dan setengah air panas menjadi kopi susu.

“Sekarang tinggal mengatur komposisinya dalam menakar segelas kopi ini dengan ekstrak susu dan air hangatnya untuk mendapatkan selera hingga tetap menjadi suguhan yang mahal dengan campuran susu tersebut,” urai Ismed.

Dari awal kedai ini ada, almarhum orangtuanya tidak pernah berfikir dan tidak akan tahu bahwa suatu ketika ngopi akan jadi gaya hidup. Kedai kopi ini dijalankan apa adanya. Hanya untuk bertahan hidup, dan menjaga kualitas rasa. Tidak lebih.

“Kedai kopi ini dijalankan apa adanya. Tanpa visi. Hanya untuk bertahan hidup. Akan tetapi sekarang kedai kopi Kong Djie, sangat bersyukur, sebab mampu memberikan penghidupan, dan gaya hidup bagi yang mencecap secangkir kopi,” kata Ismed Holidi, mengucap syukur.

Dirinya pun sangat bersyukur, hingga saat ini tidak memerlukan promosi untuk membranding produk Kong Djie. Sebab, menurutnya biaya promosi untuk di pelbagai media nasional sangat tidak terjangkau olehnya.

Perkembangan teknologi (baca:Digital) diakui sangat menguntungkannya. “Jika dulu, promosi hanya dilakukan dari mulut ke mulut oleh para konsumen. Kemudian sekarang, banyak wisatawan atau tamu yang bertandang ke Belitung berswafoto di depan kedai kita untuk kemudian diunggah ke ranah sosial media para tamu yang datang. Hingga kini sampai memiliki 84 kedai kopi di seluruh Indonesia,” jelas Ismed.

Kedai Kopi Kong Djie ini berada di Simpang Siburik, Jl. Jalan Gegedek, Tanjung Pandan, Belitung ini memiliki menu signature berupa kopi susu. Mencecap secangkir kopi di Kong Djie, dapat dilengkapi dengan pisang goreng yang dibaluri cokelat maupun keju, ada juga ubi goreng yang renyah dan gurih, serta masih banyak lagi sajian pelengkap kopi di kedai ini.

Anda pun tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati secangkir kopi. Kurang dari Rp50.000 Anda sudah dapat sajian signatur kedai ini berikut segudang cerita langsung dari pemilik kedai kopi, mulai dari sejarah kedai kopi, destinasi menarik di Belitung. [Fatkhurrohim]

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

Janévalla Bandung Tawarkan Pengalaman Menginap Lewat 24 Jam

BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More

1 day ago

Hari Batik Nasional Dirayakan Lewat Workshop Kreatif di Cikini

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More

2 days ago

Immanence Hadirkan Refleksi Ekologi Yahya Rifandaru di Cibubur

CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More

2 days ago

772 Buyer Bertemu 112 Seller Hadir di TTC Travel Mart Jakarta, Makassar Menggoda Pasar Luar Negeri

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional  TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More

3 days ago

Batik On Court Padukan Budaya dan Tren Olahraga Padel

SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More

4 days ago

Kids Batik Fashion Show Kenalkan Batik Lewat Kreativitas Anak

SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More

4 days ago