Site icon WARTAEVENT.COM

Kreatif dan Inovatif Menjadi Kunci Kembangkan Produk Lokal

WARTAEVENT.com – Konawe. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari Senin (08/11/2021) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Kreatif Menjual Produk Lokal di Era Digital”. Dan diikuti oleh 693 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Startup Ecosystem Builder, Patrice Sagay; Pendiri SatuPlus, Guesman Laeta; Narablog dan Kreator Konten Digital, Valentina Melati; serta Dosen Ilmu Hukum Fakultas Syariah IAIN, Nurlaila Isima.

Patrice Sagay sebagai narasumber pertama tampil membawakan materi kecakapan digital bertema “Peran Literasi Digital di Dunia Lokapasar”. Menurut dia, terampil memanfaatkan media digital penting dan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis daring. 

Melengkapi profil toko, deskripsi, dan foto produk adalah langkah awal yang perlu diperhatikan. Selanjutnya, berikan pilihan jasa pengiriman dan pembayaran beragam, harga terjangkau, serta promosi rutin. “Manfaatkan beragam fitur yang tersedia pada platform lokapasar untuk mengoptimalkan pengembangan bisnis daring,” tuturnya.

Berikutnya, Guesman menyampaikan materi etika digital berjudul “Bisnis Daring”. Ia mengatakan, bisnis daring kian diminati karena kemudahan, fleksibilitas, potensi pasarnya luas, peluang keuntungannya tinggi, dan modalnya terjangkau. 

Untuk memulai, identifikasikan target pasar secara tepat dengan memanfaatkan google trend, lokapasar, audience insight, maupun keyword planner, kemudian terapkan strategi pemasaran dan pelayanan yang cocok serta menarik. “Ingin tetap bertahan sukses, harus kreatif dan inovatif,” katanya.

Valentina, sebagai pemateri ketiga membawakan tema budaya digital tentang “Peran Literasi Digital Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, belanja daring makin mendorong masyarakat lebih konsumtif karena menawarkan berbagai layanan dan promosi serta kemudahan lain yang menarik. 

Kebijaksanaan kita sangat dibutuhkan dalam mengontrol hasrat belanja lalu melihatnya sebagai potensi sumber penghasilan dengan menjadi pelaku bisnis daring, membeli alat produksi ataupun berinvestasi. “Dengan begitu, kita dapat menciptakan pola kehidupan dunia digital yang adaptif, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Sebagai pematri penutup, Nurlaila menyampaikan tema “Pentingnya Perlindungan Hak Paten di Ranah Digital”. Ia mengatakan, hak eksklusif atau imbalan yang diberikan negara kepada inventor atas karya ciptanya di bidang teknologi dalam jangka waktu tertentu meliputi unsur ide penemuan baik produk, proses, atau penyempurnaan dan pengembangannya. 

Unsur lainnya adalah inventor baik perorangan maupun kelompok dan subjek paten berupa proses, mesin, ataupun barang. “Hak paten penting sebagai aset perusahaan, pendukung pengembangan usaha, perlindungan hukum, pencegah persaingan usaha tidak sehat dan peningkat daya saing, pemicu inovasi dan kreativitas, serta pembangun citra,” jelasnya

Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang apa yang harus diperhatikan dalam mematenkan produk lokal daerah. Narasumber menjelaskan bahwa invensi harus bersifat sebagai pemecah masalah di bidang teknologi, original, belum pernah dipublikasikan, dan aplikatif. Pemerintah telah memberikan kelonggaran dalam hal biaya dan prosedur untuk mematenkan produk UMKM.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.[*]

Exit mobile version