Site icon WARTAEVENT.COM

Kuliner Khas Kabupaten Sigi Naik Kelas di Festival Kuliner ‘Telusur Rasa Lestari’

WARTAEVENT.com – Jakarta. Menyoal kuliner Indonesia memang tidak akan pernah ada habisnya. Selalu ada saja yang menarik untuk dicicip dan dieksplorasi, tak terkecuali kuliner Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Melalui Festival Lestari, yang di dalamnya tercakup event Telusur Rasa Lestari: Jelajah Rasa dan Budaya Kabupaten Sigi. Program tersebut mengundang praktisi kuliner yang tergabung dalam Mitra gotong Royong Merangkai Rasa Lestari.

Baca Juga : Tahun Ini Menjelajah Kuliner di Pasar Senggol Lebih Variatif dan Luas, Yuk Temukan Keseruannya

Mereka mencicipi makanan dari dapur masyarakat Kabupaten Sigi, sekaligus mengkreasikan makanan khas daerah tersebut, dan terpukau oleh rasa masakan Sigi yang kaya rasa meski minim bumbu. Seperti apa sebenarnya kekayaan rasa kuliner Sigi?

Sakina Ta’ruf, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi, bercerita, Sigi memiliki potensi kuliner yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Ada lima masakan yang potensial untuk diangkat, karena cita rasanya yang lezat, meski cara memasaknya sangat sederhana.

Lima masakan itu adalah ayam bambu (ayam bakar dalam bambu), ayam biromaru (ayam panggang bumbu santan merah), uta dada (ayam kampung panggang kuah santan), kaledo (sup tulang kaki asam pedas), dan uta kelo (sayur kelor santan).

Baca Juga : Perkuat Etalase Kuliner Nusantara di Singapura, Menparekraf Apresiasi Restoran Embassy 1967

Berbeda dari masakan khas Sumatera yang kaya rempah, masakan Sigi justru sangat minim bumbu. Tapi, rasanya tak kalah sedap, karena menonjolkan keaslian cita rasa bahan utamanya.

Menariknya, bumbu andalan warga Sigi hanya dua, yaitu rica (cabai) dan garam. Terkadang ditambahkan asam jawa dan daun lemon. Itu saja sudah cukup membuat hidangan jadi begitu menggugah selera.

“Kalau masak ikan, tak perlu pakai bawang. Masakan malah jadi kurang sedap. Cukup rica (cabai) dan garam. Kalau mau, bisa ditambahkan daun lemon. Sudah, itu saja, ” kata Endan, ibu rumah tangga yang setiap hari memasak khas Sigi.  

Baca Juga : Ajak #JelajahKulinerNusantara di JF3 Food Festival Ini Deretan Menu Legendaris dari Berbagai Daerah

Sambal khas Sigi pun sangat menggugah selera. Untuk menemani ikan bakar, misalnya, Endan akan membuat sambal dari tomat cherry yang dibakar, lalu ditumbuk dengan rica dan lokio.

Sakina sangat mengapresiasi kegiatan Telusur Rasa Lestari ini, sangat membantu dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kuliner Sigi. Apalagi, di tangan para chef yang unjuk kebolehan saat festival, pasti lebih mewah dan kaya rasa.

Sementara itu, Nadya Dharmawan (pemilik Warung Gotong Royong Nasi Peda Pelangi), memperkenalkan makanan lokal Sigi harus dilakukan secara pop dan  konsisten, diikuti dengan narasi yang akan melengkapi pengalaman makan tersebut.

Baca Juga : Kuliner Angkringan dan Mie Godog Ini Naik Kasta di Atria Magelang

“Misalnya, diperkenalkan melalui berbagai festival di ibukota dengan tambahan aktivitas seru, seperti lomba makan sate ayam biromaru atau berkolaborasi dengan warung lokal yang menyajikan pengalaman lima panca indra manusia, seperti yang kami lakukan di Sehari Rasa Sigi kemarin,” pungkasnya. [*]

Exit mobile version