Wartaevent.com, Lombok- Pasca Gempa Lombok, Menpar Arief Yahya lakukan kunjungan kerja bersama Tim Crisis Center (TCC) petakan recovery untuk Lombok. Setibanya di Lombok Internasional Airport, Menpar langsung meninjau jalur umum melihat kepadatan di area sekitar bandara, dilanjutkan dengan meninjau infrastruktur Pelabuhan Teluk Nara. Salah satu akses utama pariwisata menuju tiga gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno). Menpar juga meninjau Pusat Oleh-Oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara dimana Menpar mendapati beberapa bangunan yang mengalami kerusakan.
Dari Pelabuhan Teluk Nara, rombongan Menpar dan TCC Lombok menyebrang ke Gili Trawangan untuk meninjau area Gili Trawangan dengan menggunakan cidomo. Pengelola wisata masih bekerja memperbaiki dan menyiapkan amenitas untuk menyambut wisatawan yang sudah mulai berkunjung. Di salah satu Posko Trauma Healing POLRI, Menpar bersama masyarakat dan TNI dan Polri melaksanakan shalat Taubat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menilai musibah yang menimpa kita. Prasangka baik adalah kunci untuk memulihkan trauma,” kata Menpar Arief Yahya.
Kementrian Pariwisata melalui TCC melakukan recovery pariwisata dengan fokus pada tiga hal, yaitu pemulihan sumber daya manusia (SDM), pemulihan destinasi, dan pemasaran. Pendapatan daerah Lombok Utara 60% berasal dari pariwisata sehingga pemulihan sektor pariwisata harus segera dilakukan. Kemenpar telah menyusun program Lombok Bangkit yang merupakan strategi pemulihan destinasi wisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak pasca-gempa Lombok.
“Untuk pemulihan bagi industri (pariwisata), saya sudah bicara dengan Ketua OJK untuk relaksasi aturan, misal pengurangan bunga pinjaman,” kata Menpar Arief Yahya pada Kunjungan Kerja bersama Tim Crisis Center Kemenpar di Lombok hari ini (30/08).
Kedua, pemulihan destinasi. Menpar Arief Yahya meminta Gubernur untuk segera mengusulkan recovery fasilitas kepada Dinas Perhubungan melalui surat yang ditembuskan kepada Menteri Pariwisata.
“Jangan biarkan Teluk Nara dan fasilitas lainnya hancur terlalu lama. Saya harap pemulihan sektor pariwisata Lombok dan Sumbawa selesai dalam waktu 3 bulan,” tambah Arief Yahya.
Walaupun beberapa fasilitas dan infrastruktur di Lombok rusak akibat gempa, sektor pariwisata harus bangkit kembali dan mendukung sektor lainnya. “Saat ini, kawasan Senggigi sudah siap untuk ‘dijual’. Kemenpar telah menyiapkan anggaran dukungan promosi pariwisata NTB, khususnya Lombok Utara, sebesar 20 miliar rupiah,” tambah Menpar Arief Yahya.
Menpar juga meninjau amenitas di Gili Trawangan. Dalam kunjungan kerja ini, Menpar juga melakukan penyerahan secara simbolis peralatan kerja pendukung untuk pemulihan pariwisata di 3 Gili kepada TNI dan POLRI yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pariwisata yang secara berturut-turut difokuskan di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Senggigi, dan Mangsit.
TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
Leave a Comment