Site icon WARTAEVENT.COM

Lebih Baik Gunakan Media Sosial untuk Promosi Online

https://www.freepik.com/free-photo/people-with-megaphone-social-media-marketing-icons_3540917.htm

WARTAEVENT.com – Sumenep. Keberhasilan literasi digital yang sesungguhnya, salah satunya terwujud dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan internet secara cerdas dan positif seperti untuk pemasaran online.

Airlangga Bramayudha, Dosen UIN Sunan Ampel dalam webinar Literasi Digital yang digelar di Kabupaten Sumenep, hari ini Rabu (02/06/2021) menjelaskan, pemasaran online menjadi salah satu media yang paling inovatif bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk dan layanan mereka ke khalayak ramai bahkan dunia.

Bukan hanya dikenal oleh masyarakat dalam negeri namun juga luar negeri. Semua tergantung dari bagaimana strategi pemasaran.  Adapun untuk memasarkan produk ke luar negeri atau dikenal dengan istilah ekspor barang secara online, maka perlu cara tersendiri.

Baca Juga : Pelaku SocMed, Endorser Media yang Efektif…?

“Untuk memasarkan produk ke luar negeri, Anda dapat membuat sebuah website situs. Ini jauh lebih besar peluangnya daripada sekadar memasarkan produk melalui marketplace. Anda dapat menggunakan website situs tersebut untuk mempromosikan produknya,” kata Airlangga.

Lanjut Airlangga, melewati website situs inilah calon konsumen memperoleh info lengkap barangkali tentang siapa kita, barang apapun yang di produksi, berapakah besar kemampuan produksi, bagaimana mutu barang, dan info pendukung yang lain.

“Website ini bisa dianggap sebagai catalog product yang umumnya diciptakan oleh beberapa eksportir serta disebarluaskan ke calon-calon buyer di beberapa negara. Perbedannya, di website situs kita dapat memperbarui produk dengan gampang serta cepat hingga calon buyer senantiasa memperoleh info teranya,” paparnya.

Prasetyo Adi, S.E, Founder Kawakibi Digital Branding & Member Indonesia Brand Activist Network (IBAN), menjelaskan, selain membuat website, para pebisnis atau pelaku UMKM di saat pandemi ini bisa beralih ke pada platform digital. Karena berdasarkan hasil survei Asian Development Bank (ADB) terdapat 48,6 persen UMKM Indonesia yang tutup sementara pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19.

Baca Juga : “Cuitan” di Socmed Bukan Sumber Berita

“Adapun UMKM yang bertahan mengalami penurunan permintaan 30 persen. Permasalahan utama yang harus dihadapi para pelaku UMKM pada saat pandemi adalah turunnya penjualan karena demand yang merosot dan terhambatnya distribusi ketika pergerakan orang dan barang terbatas,” ujarnya.

Prasetyo, menambahkan, Media digital berbasis online saat ini menjadi sasaran pelaku usaha khususnya UMKM karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meminimalisir aktivitas di luar ruangan.

“Pemasaran melalui sarana online juga membutuhkan modal relatif rendah. Digital Marketing bisa menjadi alternatif yang tepat saat pandemi karena di situasi ini konsumen lebih cenderung memilih proses belanja tanpa kontak fisik atau mengunakan e-wallet,” terangnya. [*]

Exit mobile version