Life Hack Viral Tak Selalu Benar, Ini Alasannya
UNESCO dalam panduan literasi medianya menegaskan bahwa visual dapat dimanipulasi untuk menciptakan ilusi hasil instan. Penonton dituntut peka membaca tanda-tanda manipulasi dan tidak mudah percaya pada video pendek yang memotong konteks.
Tak hanya visual, narasi sensasional juga sering melanggar logika dasar. Klaim mempercepat pengisian daya ponsel dengan aluminium foil, misalnya, justru berbahaya. Studi dalam Journal of Electrochemical Science (2020) menyebut aluminium foil tidak menambah arus listrik dan berisiko meningkatkan panas berlebih.
Baca Juga : Data Pribadi: Menjelajahi Batasan Etika di Dunia Digital
Komdigi menyatakan bahwa pengguna media sosial harus aktif dalam melaporkan konten berbahaya agar tidak semakin viral. Dalam konteks life hack: Jika trik berbahaya → jangan ikut share. Jika tahu itu palsu → tinggalkan komentar kritis dengan sopan. Jika ragu → cek ulang di sumber kredibel atau ahli bidang terkait.
Di tengah banjir konten cepat dan viral, life hack terbaik bukanlah yang terlihat keren, melainkan yang masuk akal, aman, dan dapat dibuktikan.
Baca Juga : AI Skin Analysis, Bantu Menganalisa Kebutuhan Masker yang Sesuai Kebutuhan Kulit
Sebelum ikut membagikan, ada satu pertanyaan sederhana yang patut diajukan: “Ini benar, atau hanya terlihat benar karena diedit?” (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim
- Penulis : Muhammad Rizqi Ashari Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Ilmu Komunikasi S1
- Photo : TikTok
