WARTAEVENT.com – Tuban. Ketika kita ingin memposting atau membagikan konten, tentu harus yang bersifat positif. Karena dengan konten positif kita tidak akan menuai jejak digital negatif.
Konten harus sesuai dengan fakta, jauhi konten provokatif. Dalam mengedukasi di media sosial harus dilakukan dengan cara yang menarik dan memperhatikan etika berbahasa. Hal ini karena media sosial bisa diakses siapapun.
“Agar tidak menuai jejak digital yang buruk, ada hal hal yang harus dihindari,” tutur Adinda Adia Putri sebagai Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (2/11/2021).
Pertama, atur siapa yang bisa melihat postingan kita. Jadi jangan. terlalu mengumbar permasalahan kita di media sosial. Kedua, periksa konten apakah menyinggung orang lain atau tidak. Ketiga, jangan menunjukkan kebiasaan buruk di media sosial. Ia mengatakan, kita harus membuat personal branding yang menambah nilai plus dalam diri kita.
Menyikapi setiap informasi yang ingin kita bagikan di media sosial. Perhatikan setiap judul informasi apakah provokatif atau tidak, perhatikan sumber beritanya, dan laporkan apabila kita ragu dengan kredibilitas berita ataupun berita terindikasi sebagai hoaks.
“Sosial media ini sudah banyak memiliki platform yang bisa digunakan. Masing-masingnya memiliki keunggulan berbeda. Sesuaikan konten yang ingin kita buat di media sosial yang ingin digunakan,” jelasnya.
Misalnya, ketika kita ingin mengedukasi hanya dalam bentuk tulisan bisa menggunakan media sosial Twitter. Ketika kita ingin mengedepankan visual bisa menggunakan Instagram, dan lain sebagainya.
Saat digunakan dengan sehat dan bijak, internet sangat bermanfaat sebagai sarana menyalurkan opini atau promosi. Semuanya kembali lagi kepada cara pengguna memanfaatkan internet beserta dampak yang akan ditimbulkannya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Keke Michelle Awuy (Tenaga Ahli DPR RI), Dhimas Dwi Nugraha (Dosen Politeknik Neger Malang), Ganang Adityo Prakoso (Lab Coordinator at Business Hotel Management at Binus University), dan Nurchairiyah Harahap (Account Manager).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]