WARTAEVENT.com – Wajo. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Kamis (02/12/2021) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Jadi Penjelajah Wisata, Bangga Budaya Indonesia”. Dan diikuti oleh 1.317 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Co-Founder SoroganPreneur, M. Adhi Prasnowo; Mahasiswi/Kreator Konten, Monica Jauwry; Guru, Yenti D Rositasari; dan Pegiat Literasi, Muh. Nur Akbar.
Pemateri pertama adalah M. Adhi Prasnowo yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Era Digital”. Menurut dia, untuk bisa bertahan dan berhasil di abad 21, kita harus mempersiapkan kemampuan literasi dasar, kompetensi pola pikir dan interaksi sosial, serta kepribadian dan karakter yang berkualitas. “Akselerasi adalah kata kunci untuk hari ini, pastikan kita telah siap untuk melalui segala tantangan masa depan,” ungkapnya.
Monica Jauwry, pemateri kedua membahas topik “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Ia mengatakan, media sosial hadir sebagai ruang baru untuk berkarya. Kreator konten bisa berkreasi membuat materi (konten) bernilai edukasi, hiburan, serta hal menarik lain sesuai ketertarikan pemirsa.
“Konten menarik dihasilkan dari ide-ide kreatif, karenanya konten atau karya yang dihasilkan orang lain patut dihargai,” ujarnya.
Pemateri ketiga, Yenti D Rositasari membawakan tema budaya digital tentang “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”. Menurut dia, bangsa kita memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal melimpah. Keluarga dan guru perlu melakukan pendampingan kepada anak dalam berinternet agar dapat memahami budaya serta menerapkan kearifan lokal.
“Dengan begitu, etika dan bahasa anak-anak di dunia maya bisa lebih sopan dan mencerminkan budaya luhur bangsa kita,”jelasnya.
Muh. Nur Akbar, pemateri pamungkas, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital”. Ia mengatakan, keamanan privasi perlu dijaga agar kita terhindar dari intimidasi daring berbasis gender hingga penyalahgunaan data pribadi oleh pihak tak bertanggung jawab.
“Data pribadi adalah hal berharga yang harus kita lindungi dengan pengamanan yang ketat untuk menangkal ancaman maupun kejahatan siber,” tuturnya.
Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang selain pelatihan keterampilan yang disediakan pemerintah, ilmu dasar apa yang perlu dimiliki generasi penerus agar lebih siap menghadapi era digital.
Narasumber menjelaskan bahwa secara umum, dasar pemahaman algoritma (algoritma thinking) sangat penting dikuasai untuk bisa memaksimalkan peluang dan potensi di sekitar kita keterampilan penggunaan perangkat keras maupun lunak teknologi.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]