Site icon WARTAEVENT.COM

Membangun Integritas Melalui Keterampilan Digital

WARTAEVENT.com – Bombana. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Senin (20/09/2021) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Mencegah, Menghadapi, dan Melawan Perundungan Digital”. Dan diikuti oleh 426 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Ica Wulansari selaku Dosen dan Pendiri Pojok Sosial Ekologi; Indah Arifah Febriany selaku Founder the Emotional Human Reaction in Reflecting Incident; Defriatno Neke selaku Jurnalis Kompas TV; dan Metha Margaretha selaku Presenter dan Penyiar Radio. 

Pemateri pertama adalah Ica Wulansari dengan tema “Keterampilan Digital dan Pembelajaran Digital”. Ica menuturkan mengenai pentingnya menguasai keterampilan digital untuk membangun banyak hal, dua di antaranya adalah membangun integritas terhadap informasi maupun wacana yang disebarkan kepada publik yang dapat dipertanggungjawabkan, serta membangun citra diri sendiri di mata publik.

Materi pemaparan dari Defriatno Neke sebagai pemateri ke 2 pun tak kalah menarik, yaitu tentang “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Ia memaparkan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan siber.

Cara pertama yaitu mengatur frekuensi mengunggah konten yang sewajarnya, menghindari mengunggah konten yang aneh, memilih teman-teman di sosial media, dan tidak asal berceloteh di sosial media. 

“Sebaiknya kita tahu mana konten yang bisa diceritakan di sosial media dan mana konten yang tidak baik kita unggah di sosial media”, ucapnya.

Indah Arifah Febriany selaku pemateri ketiga membawakan tema “Literasi Digital: Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurut dia, salah satu kendala besar yang dihadapi dalam sistem pembelajaran digital adalah kesulitan yang dialami pendidik dalam melakukan komunikasi dengan orang tua sebagai pendamping peserta didik di rumah. 

“Kadang-kadang mereka hanya menggunakan grup WA (untuk) melemparkan materi pelajaran hari ini lalu guru mengunci grup, jadi orangtua murid tidak bisa menyampaikan apa kendala hari ini dan apa yang diharapkan dari sharingmateri tadi”, kata Indah.

Sesi pemaparan materi disempurnakan oleh Metha Margaretha dengan tema “Apa itu Cyberbullying?”. Metha menjelaskan bahwa perundungan berbeda dengan bercanda karena memberikan rasa tidak nyaman pada korbannya, bersifat merendahkan dan menghina, serta memojokan pihak yang dijadikan sebagai objek candaan.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Hermanurung yang menanyakan bagaimana tenaga pendidik di Indonesia dapat memberikan contoh yang baik dalam hal dunia digital sedangkan tingkat pemahaman mereka masih dibilang minim. 

Indah menjawab bahwa bukan masalah bagi tenaga pendidik untuk bertanya ke anak didiknya apabila masih ada hal yang belum diketahui di dunia digital. “Gali kompetensi siswa jadi tenaga pendidik dapat mengembangkan diri sesuai kebutuhan siswa”, ucapnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version