News

Membuka Pintu Peluang di Ruang Digital

WARTAEVENT.com – Bandung. Revolusi 4.0 kemudian kita mengganti kebiasaan yang asalnya serba manual, kita harus tatap muka secara langsung. Tetapi kemudian hari ini kita mengubah kebiasaan ditambah kebiasaan tersebut diubah secara lebih cepat lagi daripada yang seharusnya karena adanya pandemi.

Rifqi Azhar Nugraha, Guru Teknologi Komunikasi & Informatika bercerita, bagaimana tahun 2014 lalu saat masih kuliah. Dosennya pergi ke Australia, meski begitu sang dosen masih memberikan kuliah untuk Rifqi dan teman-temannya di Bandung. Mereka belajar jarak jauh, menggunakan video conference Skype. Saat itu terkesan luar biasa, sedangkan sekarang sudah menjadi aktivitas sehari-hari.

Kini kita sudah ada di dunia digital atau dunia maya itu bukan khayalan. Apa yang akan kita sampaikan dan apa yang kita terima dalam dunia digital itu asli kebenarannya. Apa yang ada di sana, apa yang ingin kita sampaikan itu betul-betul dilihat oleh orang lain karena di sana itu juga orang sama kayak dengan kita. Sama-sama manusia, sebagai pengguna mereka bukan robot yang tidak memiliki perasaan, tidak tahu pengetahuan tapi dia juga sama-sama memperhatikan seperti kita layaknya seorang manusia.

Jadi kita harus betul-betul tahu apa yang ingin kita sampaikan itu dibaca semua orang.  Digitalisasi juga memiliki dampak menjadi sebuah ancaman dan peluang. Saat dapat berselancar di dunia internet ancamannya kita justru dapat kecanduan.

“Terus lihat IG reels, terus scroll, scroll lagu dan terus. Saat bangun tidur langsung pegang smartphone untuk melihat update orang, saat di kantor, sekolah kita terus-terusan scroll tanpa kemudian ada filter di sana. Kita bisa saja secara tidak sadar menjadi korban hoax dan ketika kita menjadi korban hoaks kita menjadi pelaku hoaks juga,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021) pagi.

Kemudian, peluang yang bisa kita hadirkan di sana, kita dapat berbagi dan mencari informasi dengan banyak cara. Akses pengetahuan itu bisa melalui ebook, bisa melalui video juga podscast bagi orang-orang yang senang mendengar. Ada berbagai macam lapangan pekerjaan baru yang dapat menghadirkan produktivitas produktivitas baru.

“Memanfaatkan peluang ini yang tidak jelas perlu dihindari hanya berselancar tapi berikan tujuan dari kegiatan berselancar kita. Artinya ketika kita kita ada tujuan apa sebetulnya yang harus kita scroll. Jadi bukan hanya iseng melihat posting-an orang begitu saja. Kita lihat reels Instagram orang untuk mendapat inspirasi untuk membuat konten menarik,” jelasnya.

Stop hoaks, jadilah pejuang kebenaran. Menjelaskan kebenaran suatu berita yang simpang siur di ruang digital dan selalu memberikan informasi yang bermanfaat. Bila sedang bosan atau ada waktu senggang, kita dapat menonton atau mendengarkan konten yang berisi sebuah hal yang dapat mengubah kita seperti pengembangan diri, motivasi hidup atau tutorial suatu keahlian atau kreasi.

Kita dapat melakukan konfirmasi pembelajaran dengan perbanyak diskusi secara langsung dengan teman dan guru melalui video conference. Terakhir, bermain game untuk mengisi merefresh semangat kita. Mainkan game yang edukatif, mengasah otak, kreativitas hingga bahasa dan lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Littani Watimena (Brand & Communication Strategist), Iwan Kemrianto (Founder yukbisniskost), Dudi Rustandi (dosen Universitas Telkom), dan Kevin Joshua sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Dan melibatkan 110 lembaga juga komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan yang diadakan di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten ini dilaksanakan secara virtual berbasis webinar. Dengan menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Dengan maksud dan tujuan utamanya membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Oeday Abdullah

Leave a Comment

Recent Posts

Penyelengaraan WCCE 2026: Jakarta Dorong Ekonomi Kreatif Masuk Agenda Global

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober mendatang. Konferensi… Read More

2 hours ago

ESSE POP Rayakan Satu Dekade dengan Musik dan Budaya Urban

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Musik, budaya populer, dan gaya hidup urban menjadi bagian dari perayaan satu dekade ESSE POP melalui event… Read More

2 hours ago

Diskusi Meriah Tentang Diplomasi Kebudayaan oleh Kemlu RI, ICWA dan FPCI Chapter Unpad

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Sebanyak 45 mahasiswa yang tergabung dalam Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan… Read More

8 hours ago

Perkuat Pariwisata Banyuwangi, InJourney Gelar Event Gandrung Sewu pada Malam Hari

BANYUWANGI, WARTAEVENT.com – Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 akan menghadirkan pengalaman baru dengan konsep malam hari pada (24/10/2026) mendatang. Inovasi… Read More

11 hours ago

Bupati Wonosobo Harap ARTOTEL Wanasaba Perkuat Ekosistem Pariwisata Daerah

WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan keindahan alam dan daya tarik destinasi. Ketersediaan akomodasi yang representatif, kualitas pelayanan,… Read More

1 day ago

Resmi Dibuka, ARTOTEL Wanasaba Hotel Bergaya Seni dan Ikonik di Wonosobo

WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Artotel Group memperluas portofolio hotelnya di Jawa Tengah dengan meresmikan ARTOTEL Wanasaba. Berlokasi di Jalan A. Yani… Read More

1 day ago