WARTAEVENT.com – Gowa. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Sabtu (07/08/2021) di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”. Dan diikuti oleh 714 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya Dosen STIE Widya Darma Kotamobagu, Nur Rezkowati; Presidium Hoax Crisis CenterBorneo, Reinardo Sinaga; dosen Fakultas Psikologi UNM, trainer& Asesor, Muhammad Rhesa; serta naravlog & kontent kreator, Andhy Loppes.
Di sesi awal, Muhammad Rhesa yang membawakan tema “Mendidik Generasi Alfa di Era Digital”. Rhesa menerangkan guru bagi generasi alfa harus mengenali diri sendiri, mulai dari mengenali emosi, pengetahuan, hingga sistem pengajaran yang diberlakukan. “Kuasai juga teknologi, adaptif terhadap perubahan kurikulum, dan elaborasi pengetahuan baru,” katanya.
Andhy Loppes pemateri kedua dengan topik “Literasi Digital untuk Orangtua: Internet yang Cocok dan Aman untuk Anak di Bawah Umur dan Remaja” menjelaskan, guru adalah pengajar sekaligus sahabat untuk para siswa. “Menjadi sahabat siswa tentu tidak hanya mendengar keluh kesah saja, namun mendorong pribadi mereka agar mandiri dan tangguh,” jelas Andhy.
Sementara itu pembicara ketiga, Nur Rezkowati dengan bahasan “Peran Komunikasi Akademisi di Era Digital” menguraikan, para guru hendaknya senantiasa mengapresiasi kreativitas siswa dan tidak langsung menghakimi saat ada kesalahan. “Ketika anak mengunggah kreativitas, guru menyampaikan masukan untuk perbaikan konten ke depan,” terangnya.
Pemateri terakhir, Reinardo Sinaga dengan topik “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan” mengungkapkan, guru dan tenaga pengajar harus melek teknologi sekaligus cakap digital. “Jangan kalah jempol dibandingkan otak kita. Pikirkan dulu sebelum sharingdan telusuri informasi tersebut,” ucapnya.
Grace Martina, salah satu peserta bertanya ke salah satu pemateri, tentang bagaimana memaksimalkan internet untuk anak SD.
Nur Rezkowati menjawab, guru bisa mengemas materi dengan tampilan menarik. Buatlah video atau animasi untuk menjelaskan materi, dan cantumkan sumbernya jika mengambil dari internet. “Siswa juga bisa diberi tugas membuat video lalu diunggah di media sosial dan guru memberikan penilaian,” sarannya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]