WARTAEVENT.com – Maumere. Belakangan ini, daun kelor di Maumere sedang melimpah. Tak dinyana daun kelor tersebut mampu diolah menjadi produk selain menjadi peluang bisnis bagi masyarakat setempat, pun mampu meningkatkan kesehatan tubuh.
Wenefrida Efodia Susilowati sang inisiator bersama Komunitas Disabilitas Merdeka Maumere pada tahun 2015 merintis usaha pengolahan daun kelor menjadi teh aneka varian.
Untuk sampai pada tahapan menjadi olahan yang beragam tersebut, Komunitas Disabilitas Merdeka Maumere ini mendapat dukungan dari Kementerian Sosial dan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) berupa pelatihan agar produktivitas dan kreativitas serta distribusi penjualan kian meningkat.
Pasca mendapat pelatihan dan bantuan, mereka mampu memproduksi berbagai jenis olahan daun kelor. Misalnya tim bentukan Susi yang beranggotakan enam orang disabilitas. tim yang diberi nama Tim Kelor Disabilitas Merdeka ini memiliki setidaknya lima jenis produk kelor.
“Ada teh bubuk kelor, teh celup, teh daun kelor, minuman sehat daun kelor, dan kapsul. Produk tim ini diberi nama Moringa Left Hand atau Kelor Tangan Kiri dan dijual dengan harga beragam,” kata Susi menjelaskan.
Baca Juga : Mensos Risma Bujuk Orangtua Anak Penderita Hidrosefalus di Sampang Agar Bersedia Berobat ke Rumah Sakit
Teh bubuk kelor dijual seharga Rp50 –100 ribu, teh celup Rp20 –40 ribu, teh daun kelor Rp25 – 50 ribu, dan minuman sehat campuran daun kelor, jahe, dan jeruk dijual dengan harga Rp100 ribu. Selain produk yang disebutkan, Susi sedang memproses ijin untuk produk kapsul.
Diminati Wisatawan Asing
Saat kunjungan kerja Mensos ke Sikka pada Februari 2023 lalu, Mensos sempat mempromosikan produk olahan daun kelor karya Tim Kelor Disabilitas Merdeka Maumere. Menurut Mensos, ia aktif mengkonsumsi teh kelor karena mengandung antioksidan tinggi.
Mensos merekomendasikan masyarakat untuk rutin menyantap olahan kelor dan dapat membeli produk kelor dari Tim Kelor Disabilitas Merdeka Maumere. “Setelah dipromosikan Ibu Menteri, kami dapat banyak pesanan dari pulau Jawa. Dari Surabaya, Bandung, Jakarta, dan dari daerah lain,” ungkap Susi.
Baca Juga : Dampingi Wapres Ma’ruf Amin, Mensos Risma Saksikan Penyaluran Santunan Rp7,17 M
Produk Moringa Left Hand lanjut Susi, lebih banyak dibeli oleh wisatawan asing yang datang ke Sikka. “Yang beli kebanyakan wisatawan asing, seperti dari Belanda, Amerika, Inggris, dan negara lain,” kata Susi.
Bagi Susi, peran penyandang disabilitas dalam menciptakan produk kesehatan yang diminati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakt global. “Melalui daun kelor, kami telah ikut serta berbagi kesehatan dengan masyarakat dunia,” ucapnya penuh rasa optimis.
Saat ini, Tim Kelor Disabilitas Merdeka Maumere sedang merintis usaha pusat oleh-oleh kelor khas Maumere. Ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga : Resmikan Event HDI Expo, Mensos Sebut Para Dishabilitas Adalah Mutiara
Harapannya, usaha kelor dapat berkembang hingga mampu diekspor ke mancanegara dan Tim Kelor dapat berkontribusi membantu Kemensos dalam memberikan pelatihan kelor bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. [*]
- Editor : Fatkhurrohim
- Foto : Kemensos