WARTAEVENT.COM, Kab. Malang – Kekerasan seksual melalui media sosial terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, trennya semakin marak di masa pandemi Covid-19 yang memungkinkan komunikasi lebih sering dilakukan secara virtual atau di ruang maya.
Menurut Erna Eriana, CEO Cleoparta Management, di masa pandemi yang semuanya dilakukan secara daring dan aktivitas banyak sekali dipusatkan dalam ruang-ruang virtual, hal ini justru menjadi pemicu terjadinya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
“Kekerasan yang difasilitasi oleh teknologi, KBGO ini kejahatan di dunia maya dan korbannya adalah perempuan yang sering kali berhubungan dengan tubuh perempuan lalu dijadikan sebagai objek pornografi,” jelas Erna, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021).
Ia mengatakan pada tahun 2017 Komnas Perempuan menerima 16 pengaduan kasus KBGO, di tahun 2018 meningkat menjadi 97 kasus, di 2019 menjadi 281 kasus, dan pada rentang Januari – Oktober 2020 diketahui terdapat 659 kasus KBGO yang dilaporkan.
“Jadi ini kasus kekerasan yang terjadi di ruang virtual, faktanya yang terjadi di masyarakat melampaui angka yang datang pada Komnas, banyak sekali yang tidak melaporkan. Oleh karena itu, untuk teman-teman saya minta selalu berhati-hati dalam penggunaan media sosial,” ungkapnya.
Ini 9 bentuk kekerasan berbasis gender online, seperti:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Zulham Mubarak (Ketua Umum Milenial Utas & Komisaris PT. Agranirwasita Technology Indonesia), Reiza Praselanova (Coach Public Speaking & Pendidikan dan Relawan TIK), Muhamad Ali Sodikin (Kepala Unit Content Marketing Poltek Bima), dan Sandi Reza Fahmi (Content Creator) sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Cara pemerintah kota memperkenalkan potensi daerah kepada investor mulai bergerak ke ruang digital yang lebih visual. Asosiasi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Setelah seharian berhadapan dengan ritme Jakarta yang padat, malam menjadi waktu untuk memperlambat langkah. Memanfaatkan momen tersebut,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Momentum bulan kemerdekaan dimanfaatkan ARTOTEL Casa Hangtuah untuk mengajak masyarakat memaknai kebersamaan melalui aksi sosial. Hotel ini… Read More
LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com — Meruorah Komodo Labuan Bajo meraih penghargaan “Trip.Best Premium Hotel 2026” dari Trip.com. Pengakuan ini menempatkan hotel… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta tidak selalu hadir lewat seremoni. THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun ke-8 de Braga by ARTOTEL tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Hotel tersebut memilih menandai… Read More
Leave a Comment