Site icon WARTAEVENT.COM

Mengulik Intensitas Pembayaran Uang Digital, Sebaiknya Batasi Pamer di Media Sosial

WARTAEVENT.com – Palu. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini Selasa (03/08/2021) di Palu, Sulawesi Tengah. 

Kolaborasi ketiga lembaga pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”. Dan diikuti oleh 57.550 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Ada 4 narasumber pada sesi sesi webinar siang ini, di antaranya dosen Universitas Islam Bandung dan anggota Japelidi Rita Gani, pegiat literasi Fikri Riski Gunawan, jurnalis dan entrepreneur Imam Dzulkifli, serta influencer dan aktor Jeihan Achtar Nizamuddin.

Rita Gani sebagai pemateri pertama membahas tema tentang “Cakap Bertransaksi Digital”. Menurutnya, salah satu tips aman bertransaksi keuangan daring adalah melaporkan ke penerbit telepon seluler jika tiba-tiba tidak bisa digunakan. 

“Smartphone hilang atau rusak, sebaiknya langsung diurus ke pusat seluler untuk memastikan keamanan data kita,” ujarnya.

Pemateri berikutnya, Jeihan Achtar dalam materinya “Memahami Aturan Berinteraksi di Dunia Digital” mengatakan, ada aturan yang mengikat dalam proses transaksi digital sehingga memberikan perlindungan kepada penjual maupun pembeli. 

“Hak dan kewajiban kedua belah pihak harus dilaksanakan sesuai aturan sehingga meminimalisir sanksi yang diatur dalam Undang-undang,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Fikri Riski Gunawan yang membahas tema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online” ia menyampaikan, aktivitas individu dalam berbelanja dan melakukan pembayaran kini lebih mudah dan efisien karena dapat dilakukan secara daring. 

“Individu harus beradaptasi dengan kehidupan baru, memanfaatkan fitur transaksi daring dengan baik, serta menjaga keamanan saat bertransaksi,” saran Fikri.

Di sesi terakhir Imam Dzulkifli menyampaikan tema “Tipu-tipu Online di Masa Pandemi” menurutnya, pengguna internet hendaknya jangan suka pamer dan tidak oversharing terutama hal yang menyangkut data pribadi. 

“Kita tanpa sadar justru memberikan informasi untuk membantu hacker mengambil alih akun. Hindari hal-hal seperti swafoto dengan KTP, mengunggah foto tiket pesawat, dan lainnya,” tegasnya. 

Salah satu peserta, Maria Agnes, bertanya tentang dampak negatif bertransaksi keuangan digital. 

Rita Gani memaparkan, pengguna harus punya kecakapan digital, mulai dari mengunduh aplikasi, memahami deskripsi, dan memberikan perlindungan atas akun dompet digitalnya. 

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]

Exit mobile version