Warta Event – Tangerang. Guna meningkatkan konektivitas angkutan udara dengan pariwisata, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, pada hari Senin (1704/2017) kemarin melakukan kunjungan kerja ke beberapa kantor maskapai penerbangan. Salah satunya ke Sriwijaya Air.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief Yahya, meminta ke Sriwijaya Air agar menambah direct flight dari China. “Saya meminta ke Sriwijaya Group lebih cepat mengembangkan direct flight dari China. Dan harus menuju regular flight, tidak lagi chartered flight,” kata Menpar Arief Yahya, di dampingi CEO Sriwijaya Air Group, Chandra Lie.
Ditegaskan oleh Menpar, wisatawan China mempunyai pangsa pasar yang sangat bagus, dan China adalah pasar utama Indonesia, selain Singapore, Malaysia, Australia, dan Jepang. China dari secundary city, itu masih sangat besar pasarnya, sustainable dan spread.
Menpar menjelaskan, dari delapan direct flight yang dimiliki Sriwijaya dari China, tiga flight sudah full reguler. “Nanti mohon rekan-rekan dari Kementerian Perhubungan dan dari Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I yang di Bali, lima flight ini sudah terbang, tetapi statusnya masih charter. Status dari charter semoga nanti bisa diubah ke schedule sehingga ada delapan direct flight reguler dari Sriwijaya,” ujarnya.
“Target kita dari 12 juta wisman menjadi 15 juta di tahun ini, itu presentasinya growth-nya juga25%. Total armada di Sriwijaya itu mencapai 52 dan akan tambah 13 armada di tahun ini. Jika dari sisi banyaknya maskapai, Sriwijaya sudah memenuhi meskipun yang 13 itu Narrow body dan saya berharap Sriwijaya bisa membantu target wisman yang ditetapkan pemerintah,” papar Arief Yahya.
Sementara itu, Toto Nursatyo, Commercial Director Sriwijaya Air, mengatakan, Sriwijaya siap menggarap wisatawan dari China tidak hanya menuju Bali dan Lombok saja. Tetapi juga sedang menggarap tujuan Bintan, Belitung dan Danau Toba.
“Bintan sedang kita garap, tetapi di Bintan sendiri sedang ada masalah mengenai aksebilitas, bandaranya masih belum maksimal. Lalu ada destinasi Belitung, bandara di Belitung baru saja dibuka untuk internasional. Setelah itu ada Danau Toba,” ungkap Toto.
Toto menambahkan, Danau Toba sangat ‘seksi’ bagi wisatawan asal China, meski insfrastruktur bandara masih belum memadai pesawat besar. Bandara Silangit, saat ini hanya bisa dilandasi pesawat kecil saja belum bisa menggunakan pesawat dengan tipe 738. Tetapi pihaknya optimis lama-lama akan menjadi destinasi utama.
Tidak hanya itu, Manado juga akan dimaksimalkan, kota yang sudah diterbangi Sriwjaya ini cukup sukses mendatangkan wisatawan China kesana. “Berikutnya Ternate yang sangat diminati karena terdapat Morotai dan sekelilingnya. Seperti diketahui market China memang sangat suka dengan pantai,” tambah Toto.
Tahun ini, tambah Toto, Sriwjaya akan menambah sebanyak 13 pesawat, di dalamnya juga terdapat pesawat berjenis Wide Body. ”Kita menargetkan jumlah penumpang tahun ini naik 12% dari 7%. Tahun 2017 Kita berharap bisa membawa Wisman sebanyak 1 juta. Kita optimistis program delapan destinasi direct flight dari China bisa berjalan. [Fatkhurrohim]
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Memasuki penyelenggaraan ke-11, The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 yang mengangkat tema “Sound to the Soul” mempertemukan… Read More
Leave a Comment