Wartaevent.com – Pandeglang. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meninjau langsung sejumlah titik destinasi pasca tsunami Selat Sunda Banten dan Lampung yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Bertemu Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), Menpar Arief mengapresiasi langkah sigap keikutsertaan masyarakat yang tanggap akan bencana.
Pada kunjungan pertama, Menpar bertemu dengan PHRI provinsi Banten, yang diwakili oleh GM Hotel Marbela dan pengurus PHRI Banten lainya. Menpar mendapatkan informasi update kondisi destinasi pantai anyer yang tidak terdampak, tingkat okupansi dan penyampaian aspirasi dari pengurus PHRI provinsi Banten.
Kemudian kunjungan Menpar selanjutnya bertemu Balawista di Pantai Pasir Putih Carita, Banten. Ketua Umum Balawista Banten Ade Ervin menjelaskan, total terdapat 1.800 pengungsi yang terdampak langsung. Mereka kehilangan harta benda yang berhasil dievakuasi Balawista.
“Pada hari pertama setelah kejadian, Balawista melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Dihari ketiga hingga sekarang kami juga melakukan distribusi bantuan ke berbagai titik pengungsian,” ujar Ade Ervin hari ini Kamis (27/12/2018) di Pantai Pasir Putih, Pandegelang, Banten.
Ade Ervin juga menjelaskan, personil Balawista yang berjumlah 200 orang itu, pada saat kejadian langsung sigap melakukan evakuasi di berbagai titik bencana, terutama di sepanjang Pantai Carita. “Pada malam itu kami melihat air laut pasang. Personil kami berhasil mengevakuasi hampir 1000 wisatawan,” ujarnya.
Balawista yang berinduk di bawah naungan Dinas Pariwisata Banten, berharap mendapat dukungan dari Kemenpar dalam bentuk pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menambah personil Balawista kedepannya.
“Paling tidak kami membutuhkan 1.200 SDM, Karena personil kami baru 200 orang. Sedangkan destinasi wisata di pantai carita ini sangat panjang. Serta kami berharap bisa didirikan beberapa menara pantau. Yang saat ini, kami miliki baru dua menara. Satu berada di Anyer dan Tanjung Lesung,” ucap Ade.
Menpar Arief Yahya yang mendengar kesaksian dari Balawista, langsung memberi apresiasi setinggi-tingginya. Karena menurutnya, Balawista sendiri merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak namun berperan aktif melakukan evakuasi kepada wisatawan.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh Balawista, yang sudah membantu fase recovery pasca bencana. Semoga Allah membalas keikhlasan teman-teman dengan pahala yang terbaik,” ujar Menpar Arief.
Menpar juga mengatakan, startegi pemulihan bencana dilakukan saat fase tanggap darurat ini selesai, yaitu hingga 4 Januari 2019. Pada fase pemulihan, Kemenpar akan melakukan strategi untuk memulihkan SDM, pemulihan destinasi dan melakukan pemasaran di destinasi yang tak terdampak,” ujar Menpar Arief.
Dalam kunjungan ke posko Balawista tersebut, Menpar memberikan bantuan untuk operasional Balawista berupa life jacket, handy talkie, pakaian dan dana Infak sumbangan Kementerian Pariwisata. [Fatkhurrohim]
TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
Leave a Comment