“Sementara di ekonomi kreatif akan tumbuh lebih dari 600-700 ribu lapangan kerja yang ditopang oleh sektor unggulan yakni kuliner, kriya, dan fashion,” ungkapnya.
Menurut Menparekraf, jika dilihat sisi positifnya, pandemi justru mempercepat perubahan paradigma pembangunan pariwisata dari Quantity Tourism menjadi Quality and sustainable Tourism sebagaimana arahan Presiden pada tahun 2019.
Baca Juga : Kemenparekraf, Tahun Depan Pariwisata Fokus Pada Kualitas dan Berkelanjutan
Sementara itu Maulana Yusron, Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyoroti agar di tahun 2022 ini, pemerintah fokus pada industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Menurutnya, segmen pasar Wisnus dari presprektif hotel dan restoran MICE lebih tinggi dibanding leasure. “Pasar segmen MICE memberikan kontribusi 70%, sementara leasure, dan minat khusus dan lainnya hanya 30%,” ujar Yusron. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga ruang untuk… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Panggung musik menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diisi konser Ini Kami Nusantara 2026. Digelar di… Read More
BOGOR, WARTAEVENT.com — Cokelat tidak sekadar menjadi bahan pemanis dalam pastry. Karakter bahan, teknik pengolahan, tekstur, hingga kreativitas chef menentukan… Read More
NABIRE, WARTAEVENT.com – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung berbeda di Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Bendera Merah Putih dikibarkan… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Gathering bulanan DPD ASTINDO Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, berlangsung dalam suasana santai di Memory Senja Coffee &… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sebanyak 69 relawan muda dari Korea Selatan dan Indonesia berkolaborasi dalam Happy Move Global Youth Volunteer, program… Read More
Leave a Comment